Beranda - Headline - Nono Sampono : 82,7 Persen Orang Indonesia Hadapi Masalah Kebugaran
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono membuka Turnamen Futsal Melati Raya Cup III di Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Sorong, Papua Barat,
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono membuka Turnamen Futsal Melati Raya Cup III di Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Sorong, Papua Barat,

Nono Sampono : 82,7 Persen Orang Indonesia Hadapi Masalah Kebugaran

Print Friendly, PDF & Email

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Turnamen Futsal Melati Raya Cup III, M. Sanusi Rahaningmas mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar karena hobi dan kecintaannya pada olahraga futsal.

“Saya menggelar turnamen ini karena saya punya hobi dan bakat di olahraga ini. Saya juga cedera karena bola dan anak saya semua pecinta bola makanya bukan hari ini saja saya buat turnamen futsal seperti ini, tapi sudah sejak saya menjadi anggota DPR periode pertama di tahun 2005,” ungkap Sanusi.

Sanusi juga menegaskan bahwa, turnamen yang ia gelar bukan pada momen tertentu saja atau hanya sekedar mencari simpati masyarakat. Tetapi ia memang benar-benar mencintai olahraga futsal tersebut dan ingin memajukan futsal di tanah Papua Barat khususnya kota Sorong.



“Dengan turnamen ini saya berharap dapat melahirkan atlet-atlet atau bibit futsal yang handal, yang bisa mewakili daerah tingkat nasional nanti. Dan saya tegaskan lagi, tidak ada indikasi politik disini karena saya buat turnamen ini sudah ketiga kalinya,” tegas Sanusi.

Simak Video : Cara Efektif Terhindar Virus Corona

Pada Turnamen ini, pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piala tetap, medali dan piagam. Untuk juara satu akan mendapatkan uang senilai Rp 15 juta.

“Kemudian juara dua mendapatkan uang senilai Rp 10 juta, juara tiga mendapatkan Rp 7,5 juta dan juara empat mendapatkan Rp 5 juta. Selain itu tiap orang akan mendapatkan medali dan piagam untuk tim,” ujarnya. (Salih/rel)

Halaman Selengkapnya >>>

[ 1 ]   [ 2 ]   [All ]



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pilkada Serentak 2020 Tanpa Kampanye Akbar

  Spiritsumbar.com,Solok- Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 berbeda dengan Pikada sebelumnya, karena dilakukan ditengah pandemi Covid-19. Namun ...