Beranda - Pendidikan - Artikel - Nilai-Nilai Dalam MPLS
Harnieti
Harnieti

Nilai-Nilai Dalam MPLS

Print Friendly, PDF & Email

Keempat, kegiatan MPLS lebih bersifat edukatif dan mendidik. Kelima kegiatan MPLS tidak memerlukan biaya, bahkan dilarang pungutan untuk membiayai kegiatan.

Pelaksanaan MPLS perlu perencanaan yang baik. Dimana sekolah perlu menyusun program kegiatan yang di dalamnya mengatur tentang latar belakang kegiatan, tujuan dan manfaatnya.

Selain itu yang terpenting adalah perlu bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Diantaranya terencananya materi kegiatan MPLS, jadwal kegiatan serta narasumber yang berkompeten pada setiap kegiatan

Dalam pelaksanaannya MPLS tidak lagi membolehkan melibatkan siswa senior, melainkan direncanakan dan dilaksanakan oleh guru di bawah pimpinan kepala sekolah.



Selain itu juga tidak dibenarkan pemakaian atribut-atribut tertentu yang tidak mendidik, serta tidak jelas kebermanfaatannya. Sedangkan, untuk narasumber kegiatan jika dibutuhkan, pihak sekolah bisa bekerjasama dengan instansi lain seperti pihak kepolisian untuk materi gerakan anti narkoba, tertib berlalu lintas dan sebagainya.

Di samping itu juga bisa memanfaatkan pihak puskesmas dan TNI untuk materi yang relevan seperti PBB, disiplin atau tentang kesehatan remaja.
Artikel Lainnya

loading…


Namun yang terpenting dari semua itu adalah makna dari pelaksanaan MPLS itu sendiri. Nilai-nilai yang diharapkan muncul dan dimiliki oleh peserta didik baru setelah mengikuti kegiatan MPLS tersebut. Kebermaknaan dan kebermanfaatan ini tentu akan terbangun apabila terdapatnya singkronisasi antara perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang baik pula. Apabila pelaksanaannya baik maka hasil yang diperolehpun juga akan baik. Intinya adalah untuk emncapai hasil yang baik perlu merencanakan dan melaksanakannya dengan baik pula.

Diantara nilai-nilai yang diharapkan muncul dari pelaksanaan kegiatan MPLS ini adalah, nilai akademik atau edukatif, merupakan nilai utama yang diharapkan terbangun dalam masa kegiatan MPLS. Untuk itu sekolah perlu memikirkan materi kegiatan yang mengandung unsur pendidikan, seperti pengenalan kurikulum, cara belajar efentif serta pengenalan lingkungan,baik sarana maupun prasarana sekolah.

Baca juga :

Selanjutnya nilai sikap, di mana penanaman nilai sikap perlu ditanamkan sejak awal. Untuk itu pada masa pengenalan lingkungan sekolah perlu adanya kegiatan ataupun materi kegiatan yang berkaitan dengan pembentukkan sikap.



Diantara materi yang bisa menunjang untuk itu seperti tata karma, budaya sekolah, budaya 5 S dan lainnya.
Selain itu juga diharapkan munculnya perilaku psostif antara lain kejujuran, kemandirian, saling menghargai, saling menghortmati, disiplin, kerjasama, pola hidup bersih dan sehat serta nilai-nilai positif lainnya, agar terbentuknya peserta didik yang memiliki integritas tinggi.

Pelaksanaan MPLS tidak dibiarkan berjalan begitu saja, akan tetapi perlu adanya pengawasan dan motinoring oleh kepala sekolah, pengawas ataupun pihak Dinas Pendidikan setempat. Hal ini dimaksudkan agar program yang telah direncanakan tersebut dapat berjalan dengan baik, maupun sebagai evaluasi dan rencana tindak lanjut tahun depan.

<<<  Sebelumnya

Video Menarik Kasih Ibu

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

HBA, Kajari Sijunjung Potong Tumpeng

SPIRITSUMBAR.com, Sijunjung -Peringatan Hari Bakti Adhiyaksa ke 59 Tahun 2019 yang dipusatkan di halaman Kantor ...