Beranda - Fokus - Nevi : Jangan Terjebak Dengan Sawit
Nevi Irwan Prayitno
Nevi Irwan Prayitno

Nevi : Jangan Terjebak Dengan Sawit

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Simpang Ampek – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) Nevi Irwan Prayitno melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Wanita (KWT) Dasawisma Melati 1 jorong Sakato Jaya Nagari Sungai Aua Kecamatan Sungai Aur Pasbar – Sumbar, Jumat (12/1/2018).

Ia mengatakan, optimalisasi lahan pekarangan harus ditingkatkan di Pasbar,  dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan keluarga, selanjutnya berkembang menjadi kemandirian masyarakat dan negara.

Ia menilai Kabupaten Pasbar sudah banyak tanaman kelapa sawit. kita harus berupaya agar semua lahan tidak ditanami sawit, terutama pada lahan pekarangan, mari kita manfaatkan dengan menanami tanaman bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujar Nevi.

Pembinaan dan monitoring yang dilakukan untuk memastikan kondisi Kelompok Wanita Tani ( KWT ) di Sumbar membuktikan langsung dilapangan sejauh mana program ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga kelompok – kelompok KWT yanga da didaerah mengalami perkembangan yang pesat waktu demi waktu.

Seterusnya, KWT Dasawisama Melati 1 juga diharapkan menjadi mesin pencetak uang bagi seluruh anggotanya untuk menigkatkan pendapatan keluarga setempat, kelompok – kelompok wanita tani yang ada di Sumbar  sudah mendapatkan kucuran dana dari Dinas Pangan Propinsi Sumbar masing – masing KWT memperoleh kucuran dana sebesar Rp 15 juta untuk dijadikan modal pengembangan dan pembelian bibit tanaman yang dikelola oleh KWT tersebut.

Sementara, kepala Dinas Pangan Pasbar Sukarli menyampaikan,  bahwa membangun ketahanan pangan harus dibangun dari ketahan pangan keluarga dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan tanaman bermanfaat. “Ketika kita berupaya mewujudkan kemandirian pangan suatu daerah, pertama kali yang kita bangun adalah ketahanan pangan keluarga,” Kata Sukarli

Kelompok – kelompok tani wanita Pasbar  berupa program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ditingkat Dasawisma,  KRPL yang digagas oleh pemerintah pusat harus selalu berdampingan dengan program pokok PKK dari Pokja 3 yakni pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman bermamfaat.

Di Pasbar sendiri, integrasi antara program KRPL dan PKK sudah berjalan dengan baik. “Kedepan integrasi program KRPL dengan Pokja 3 PKK ini akan terus kita tingkatkan melalui setiap Dasawisma yang ada,” Ujar Sukarli.

TP PKK Pasaman Barat  bekerjasama dengan Dinas Pangan Pasbar terus berupaya mewujudkan kemandirian pangan,  salah satu bentuk realisasi sinergitas antara PKK dan Dinas Pangan Pasbar melalui KRPL adalah pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman bermanfaat hingga menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, ujar Sukarli.

Sementara itu, Ketua TP PKK Pasbar Yun Syahiran mengatakan Kelompok Tani Wanita yang sudah ada di Pasbar telah mendapat bimbingan dan arahan dari OPD terkait yakni Dinas Pangan,  sinergi antara program KWT dan KRPL pusat sudah berjalan di Pasbar tinggal saja bagi anggota kelompok dan pengurus bersunggguh – sungguh memamfaatkan potensi lahan perkarangan menjadi sumber kehidupan dan areal lahan tidur bisa di mamfaatkan guna ditanami tanaman yang bermamfaat. (Buyung)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Fitra Yenti

Memperbaiki Citra Guru Agama (3)

Program short course ke luar negeri bagi guru-guru agama ini memang sedikit menjadi polemik di ...