Beranda - Headline - Nagari III Koto Mengulang Sejarah 49 Tahun Lalu

Nagari III Koto Mengulang Sejarah 49 Tahun Lalu

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Setelah 49 tahun berlalu tepatnya tahun 1969, Harun Zain selaku Gubernur Sumbar kala itu berkunjung ke Nagari III Koto Kecamatan Rambatan untuk peresmian jembatan.

Akhirnya hari ini kita kembali dikunjungi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan ini menjadi sebuah kebanggaan serta motivasi bagi kita masyarakat III Koto.

Hal ini diungkapkan Wali Nagari III Koto Mohammad Hatta di hadapan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati diwakili Staf Ahli Zulkifli SR, DPRD Kota Padang Budiman Dt. Malano Garang, Camat Rambatan Dedi Triwidono, Forkopimca, masyarakat dan undangan dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (20/11/2018) di Hall Nagari III Koto.

Hatta menambahkan, Nagari berpenduduk sekitar 7.000 lebih dengan luas 29 KM persegi, dibawah kepemimpinannya telah laksanakan berbagai program inovasi berdasarkan visi nagari yakni wujudkan masyarakat yang maju, mandiri, agamais dan dinamis. “Bidang keagamaan kita sudah punya 6 rumah tahfiz, di bidang pemerintahan kita sudah tekankan pelayanan prima, dibidang lainnya kita telah menerima dukungan dan sponsor dari istri Menkominfo untuk mngembangkan serai wangi yang berdekatan dengan potensi wisata baru Puncak Aua Sarumpun yang mempunyai view yang tak kalah indah dengan destinasi lainnya,” sampai Hatta.

Namun, tambah Hatta, permasalahan air bersih maupun air untuk pertanian masih menjadi kendala bagi masyarakat di Nagari III Koto. “Alhamdulillah untuk air bersih, PDAM bersama Kementerian PU sedang laksanakan program menaikkan air danau sebagai air bersih yang dengan biaya sebesar Rp.18 Milyar, semoga juga bisa mengairi nagari III Koto ini sehingga para petani yang sudah 3 kali masa tanam tidak gagal panen lagi,” tukasnya.

Selepas itu Staf Ahli Bupati Zulkifli SR dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kedatangan Gubernur dan permohonan maaf karena pimpinan daerah tak bisa hadir karena ada kegiatan lain disaat bersamaan. “Pak Bupati dan Pak Wabup mohon maaf kepada kita semua karena tak bisa hadir dan mengutus Saya untuk mewakili, semoga hal ini tidak mengurangi hikmat kegiatan ini,” sampainya.

Kemudian Zulkifli sepakat penyampaian Wali Nagari, dimana Pemerintah Kabupaten juga terus secara bertahap laksanakan berbagai pembangunan di Tanah Datar dan di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan pun demikian. “Saat ini salah satu kegiatan pembangunan adalah perbaikan jembatan yang merupakan urat nadi bagi masyarakat dan Insya Allah selesai akhir tahun ini dan beberapa kegiatan lainnya. Dan yang harus kita apresiasi adalah masyarakat III Koto adalah masyarakat yang kompak, baik antara sesama di kampung halaman maupun dengan masyarakat perantau,” sampainya.

Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih atas undangan untuk hadir di kegiatan ini. “Sebenarnya Saya cukup sering hadir di berbagai acara dan kegiatan di Tanah Datar, namun untuk nagari III koto memang baru kali ini, karena memang baru acara undangan sampai pada Saya,” ujarnya.

Kemudian Gubernur Irwan Ptayitno dengan ciri khas pantun dalam sambutannya menyampaikan, sekaitan momen Maulid Nabi Muhammad SAW tentu bisa dijadikan momentum intropeksi diri dan terus menjadikan beliau panutan dalam berkehidupan bermasyarakat.

“Banyak tuntunan dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan agar berhasil, contohnya adalah selalu serius lakukan suatu pekerjaan, disiplin serta tidak lupa berdoa dan tawakal kepada Allah SWT,” sampai Irwan.

Gubernur juga menyampaikan apa yang menjadi harapan Wali Nagari akan menjadi catatan bagi pemerintah Propinsi. “Saya sampaikan apresiasi juga terhadap pemerintahan nagari yang bisa membawa perantau maupun investor turut membangun nagari seperti Serai Wangi dan kenapa tidak coba dikembangkan di lahan persawahan. Dan Saya harap masih ada perantau ataupun investor lainnya yang mau investasi di sini,” kata Irwan.

Kemudian kegiatan dilanjutkan tausyiah yang disampaikan Buya Hasan Zaini dan diakhiri dengan seminar sehari dari Pemakalah LKAAM Tanah Datar dan dari Dinas PMDPPKB Tanah Datar. (Damara)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Khatam Bukan Berhenti Baca Al Quran

SPIRITSUMBAR.com – Membaca dan memahami Qur’an sangat perlu sekali Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt ...