Beranda - Pariwisata - Budaya - Nagari Baringin Lewakan 31 Gelar Datuk

Nagari Baringin Lewakan 31 Gelar Datuk

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Datuk merupakan gelar adat di Minangkabau yang diberikan kepada seseorang melalui kesepakatan kaum/suku masing-masing, disetujui Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan kemudian dilewakan dengan suatu alek dengan memotong kerbau yang menjadi salah satu sambal dalam jamuan makan.

Alek malewakan gala ini juga menjadi hal sakral bagi 31 orang datuk ninik mamak se – Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum yang melaksanakan acara malewa gala di Gedung Nasional Maharajo Dirajo, Sabtu (15/12/2018)

Kegiatan dihadiri Wabup Tanah Datar Zuldafri Darma, Ketua LKAAM Sumbar M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu, Anggota DPR RI Ny. Betti Sadiq, Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius Intan Bano, Wali Nagari Irman Idrus dan undangan lainnya.

Wabup Zuldafri Darma di kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ninik mamak yang telah selesai dilewakan galanya oleh ketua KAN Baringin.

We“Selamat mengemban amanah ini, Datuak pangulu merupakan pimpinan dalam kaum, bertugas memimpin dan melindungi kaumnya, karena itu Datuak harus selalu meningkatkan ilmu Pengetahuannya di bidang apa saja,” ujar Wabup.

Apalagi, tambah Wabup, Sumpah saat diangkat menjadi datuak, menggambarkan agar jabatan ini tidak boleh disalahgunakan. “Sumpah datuak memakai Al Qur’an dengan lafal ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak ba urek, di tangah-tangah digiriak kumbang, menggambarkan betapa beratnya menyandang gelar datuak ini,” kata Zuldafri.

Diakhir sambutannya Wabup berharap kalau ada perbedaan dan pihak yang tidak suka maupun setuju agar menyelesaikan dengan musyawarah. “Kusuik tali carilah ujuangnyo, kusuik bulu paruah nan manyalasaikan. Dengan musyawarah, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” peaannya.

Sementara itu Ketua LKAAM Sumbar Sayuti Dt. Rajo Panghulu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan prosesi yang berjalan cukup sukses. “Saya ikuti dari awal dan melihat bagaimana pelaksanaan prosesi berjalan bagus, walau sumpah sati datuak diulang dua kali, dan ini menandakan bagaimana sakralnya prosesi ini,” ujarnya.

Sayuti menambahkan, tentu pelaksanaan acara malewa gala sudah dikaji bersama oleh pihak-pihak terkait di Nagari Baringin. “Penetapan dan penunjukan orang penyandang gala ini tentu sudah melalui kesepakan Kaum dan persetujuan KAN Baringin, tentu harus diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dan ini telah menjadi sejarah Nagari Baringin,” tukasnya.

Sementara itu Ketua KAN Nagari Baringin N Malin Marajo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan acara malewa gala dengan membantai 2 ekor kerbau ini bisa berjalan lancar.

“Panitia pelaksana, KAN dan masyarakat Baringin telah bekerja bersama laksanakan acara ini dengan persiapan cukup lama dan Alhamdulillah telah berjalan sukses, terima kasih atas dukungannya dan semoga Datuak yang telah dilewakan galanya mampu mengemban amanahnya dengan sebaik-baiknya untuk kaum masing-masing,” sampainya. (David)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komite I DPD RI Gelar RDP Bahas Konflik Perbatasan Daerah

SpiritSumbar.com, Jakarta – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Dengar ...