Beranda - Pendidikan - Artikel - Nadiem Makarim, Menteri Pematah Tradisi Jelang Revolusi Industri
Nadiem Makarim
Nadiem Makarim

Nadiem Makarim, Menteri Pematah Tradisi Jelang Revolusi Industri

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Saribulih
Tak bisa dipungkiri, jabatan Menteri Pendidikan selama ini identik dengan para akademisi. Bahkan, mereka pada umumnya berstatus guru besar pada perguruan tinggi ternama. Maka setiap pergantian menteri, lahirlah ragam kurikulum yang belatar kajian akademis, sesuai dengan latar belakang menteri tersebut.

Namun, pengumuman menteri yang dilakukan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, membuat perut para akademisi marumeh atau pingin buang air tapi tak mau keluar. Kenapa tidak, selama ini mereka berfikir, menteri pendidikan tersebut identik dengan latar belakang pendidikan tinggi yang memiliki berbagai kajian akademik. “Jadi untuk pendidikan tinggi-tinggi, kalau menterinya saja hanya seorang praktisi,” begitulah kira-kira gumamnya.

Apapun alasan mereka, tak bakalan merubah keadaan. Karena penunjukkan menteri itu merupakan hak preogatif presiden. Kasarnya, masa iya pembantu presiden ditentukan oleh pihak lain. Bagi presiden dalam menentukan pilihan, tentu juga telah melakukan analisis yang matang.



Bagi presiden, penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentu memiliki alasan khusus. Sebagai kepala negara, Jokowi percaya kemampuan di bidang teknologi yang dimiliki Nadiem dapat mempermudah beragam hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Sehingga bisa mewujudkan visi misi presiden di bidang pendidikan. Di samping itu, Jokowi mengaku Nadiem telah bercerita banyak tentang apa saja yang akan dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karenanya, Nadiem pun dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Bagi sosok yang lekat dengan perusahaan startup Gojek, memang dikenal sebagai pengusaha.

Artikel Lainnya

loading…


“Kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang menyiapkan SDM siap kerja, siap usaha yang link and match antara pendidikan dan industri ada di wilayah Mas Nadiem,” ucap Jokowi saat memperkenalkan Nadiem sebagai Mendikbud.

Nadiem mengaku prioritas pertamanya, adalah pembelajaran anak. Ia akan mengecek apakah yang diberikan oleh kementerian terserap oleh para siswa. Berikutnya, struktur kelembagaan, baik internal maupun eksternal badan-badan akan mendukung tujuan pembelajaran. Struktur kelembagaan ini kata dia, bisa berdampak positif juga terhadap kualitas pembelajaran.

Ketiga, menggerakkan revolusi mental di masyarakat. Nadiem menyebut untuk menyukseskan program revolusi mental Presiden Jokowi, tidak dapat hanya dilakukan di sistem institusi pendidikan saja. “Jadi pengembangan karakter itu bukan hanya dari kurikulum, bukan hanya pembelajaran dari guru tapi masyarakat secara luas. Itu yang akan kami kembangkan,” kata dia.

Yang tak kalah pentingnya pengembangan teknologi. Nadiem menyebut dalam hal ini banyak yang harus difokuskan. Fokus dari teknologi ini ia sebut bisa membantu guru, dalam menjalankan kegiatan pendidikan.

Ia menyebut ada paradigma yang keliru di masyarakat soal pengembangan teknologi ini. Menurutnya selama ini teknologi di ranah pendidikan banyak disalahpahami, diartikan akan mengganti peran guru dan menembus batas ruang kelas. Persepsi ini ia sebut sangat keliru. “Teknologi itu untuk memperbaiki atau meng-enhance, meningkatkan kapasitas. Bukan untuk mengantikan,” ujar mantan CEO Go-Jek ini.

Apalagi, hal yang tak bisa dipungkiri perkembangan dunia industri sampai saat ini, sudah mengalami empat revolusi industri. Revolusi industri pertama adalah ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan dalam proses produksi barang. Penemuan mesin uap ini sangat penting, karena dapat menggantikan tenaga air, tenaga otot, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.

Revolusi industri kedua yang terjadi pada awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin untuk menggantikan tenaga otot, dan pada revolusi industri ke dua ini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern .

Revolusi industri ketiga ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang dapat berpikir secara otomatis yaitu komputer dan robot. Komputer semula adalah barang mewah. Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia 2 sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman. Komputer purba ini membutuhkan listrik sangat besar yakni 8500 watt Namun kemampuannya tidak seperti smartphone yang ada saat ini.



Revolusi industri 4.0 ditandai dengan bermunculannya super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetic, dan perkembangan neoroteknologi yang memungkin manusia untuk mengoptimalkan fungsi otak. kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin hari semakin modern, dan perkembangan ini juga harus di ikuti oleh pelaku dunia pendidikan, termasuk oleh tenaga pendidikan dan kependidikan (PTK) yang menata pendidikan di sekolah, dengan adanya revolusi indutri 4.0, PTK harus mampu menggunakan komputer dan smartphone.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Maju di Pilgub Sumbar, Irjen Fakhrizal Trending Topics di RDP

Kapolri : Harus Diganti, Itu Obatnya SpiritSumbar.com, Jakarta – Majunya Irjen Pol Fakhrizal sebagai Bakal ...