Beranda - Headline - Mushalla Mulai Ditinggal, Tentara Ini Ajak Warga Shalat Berjamaah
Kapten Irfandri, Perwira pembina mental tergabung dalam pasukan TMMD 97 menjadi imam shalat maghrib berjemaah dengan makmum warga Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas. (foto Niko – Spirit Sumbar)
Kapten Irfandri, Perwira pembina mental tergabung dalam pasukan TMMD 97 menjadi imam shalat maghrib berjemaah dengan makmum warga Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas. (foto Niko – Spirit Sumbar)

Mushalla Mulai Ditinggal, Tentara Ini Ajak Warga Shalat Berjamaah

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar -Tak bisa dipungkiri, sebagian besar mushalla saat ini hanya dimanfaatkan untuk Shalat Tarwih dalam bulan Ramadhan. Sedangkan di bulan lain, mushalla hanya seperti bangunan kosong tanpa penghuni.

Beruntung ada program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 97  tahun 2016 di Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Para tentara yang seharian bertugas membangun kampung di bawah terik panasnya matahari ini juga taat melakukan shalat berjemaah. Walau bekerja  menguras tenaga mengeluarkan keringat bercucuran, namun para personel TNI yang tergabung dalam program TMMD ke 97 ini juga tidak bosan – bosan mengajak masyarakat untuk mengerjakan shalat berjamaah di mushalla yang ada.

“Kekuatan fisik terus dijaga, kekuatan hubungan antar sesama manusiapun jangan sampai terpecah, akan tetapi  kekuatan iman yang menghubungkan antar manusia dengan penciptanya adalah hal utama” kata Kapten Irfandri, Perwira Pembinaan Mental dari Batalion 133 Yudha Sakti yang menjadi imam pada salat maghrib di Mushalla Kampung Tanjung Kandis, Rabu 28/9/2016.

Para pembela dan penjaga NKRI tersebut tidak hanya melakukan kegiatan sosial, namun mereka juga aktif melaksanakan kegiatan agama. Salah satunya dengan menumbuhkan kembangkan budaya shalat berjamaah dengan warga setempat. Terlihat, pemuda, pemudi beserta warga setempat mulai meramaikan tempat ibadah.

Kapten Irfandri, yang bersuara merdu dalam melantunkan ayat ayat suci itu dengan khusyuk menjadi imam shalat maghrib.

Seusai shalat dan bersalam-salaman, ia bercakap-cakap dengan jamaah demi mempererat silaturahmi. Beliau berpesan agar warga senantiasa meramaikan mushala atau mesjid sebagai tempat ibadah. “Karena sekokoh apapun bangunan rumah ibadahnya tidak akan ada manfaatnya bila tak ada orang yang beribadah di dalamnya” ucap dia.

Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan kepada warga agar memanfaatkan mushalla itu di hari-hari besar Islam. Seperti melakukan tabligh akbar, mengundang ustadz untuk berceramah di mushalla ini pada maulid nabi dan sebagainya.

Selaku TNI yang bersikap tegas, ia berpesan kepada anak-anak yang ikut shalat jemaah tersebut  agar jangan pernah terlibat dengan hal-hal yang merusak aqidah seperti narkoba, minuman keras,serta hal jelek lainnya.

kepada orangtua, selalu pendidik anak anak, Kapten Irfandri mengingatkan agar perkembangan anak-anak tidak lepas dari perhatian orangtua. “Selalulah ajak mereka ke mushala dan memperkuat benteng agama mereka. Yang tua jadilah contoh tauladan yang baik bagi anak-anak kita, karena prilaku mereka cenderung meniru apa yang kita lakukan” tukas dia.

NIKO

Cover Edisi 34 (Terbit Tiap Senin)
Cover Edisi 34 (Terbit Tiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Babinsa Dharmasraya Bakti Sosial Ramadhan

SPIRITSUMBAR.com – Sekitar 100 unit sepada motor anggota Babinsa kodim 0310/SSD membawa rasel sembako melakukan ...