Beranda - Headline - Murid SD Pinggir Padang, ke Sekolah Berkaki Ayam

Murid SD Pinggir Padang, ke Sekolah Berkaki Ayam

Print Friendly

Spiritsumbar.com | Padang – Penampilan rapi yang diantar mobil mengkilat. Senyum mengambang lantaran infrastruktur lengkap.

Begitulah gambaran para generasi tunas bangsa mengejar ilmu di perkotaan. Hal yang sama, juga terlihat di ibukota Provinsi Sumatera Barat yang dikenal dengan sebutan Padang Kota Tercinta.

Namun,  nun jauh di ujung sana kondisi kontras terlihat jelas. Walau masih berada dalam administrasi Kota Padang, namun kehidupan mereka jauh dari  sejahtera.

Dari pantauan sementara, kegundahan menyelimuti perasaan, penyebabnya, masih ditemui para murid di SDN 15, SDN 11 dan SDN 13 Bungus tidak mempunyai alat kelengkapan sekolah, terutama sepatu atau alas kaki untuk pergi sekolah. Mereka ke sekolah hanya berkaki ayam atau alas kaki terbuka.

Padahal, kondisi demikian sangat berbanding terbalik dengan program Pemerintah Kota Padang dibawah kepemimpinan pasangan “MAHEM” yang tengah giat-giatnya melakukan pembangunan disegala sektor, baik pembangunan sektor objek wisata, infratruktur jalan dan bangunan serta pembangunan mental, yang selalu mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

Ironisnya, walaupun ada yang telah memakai sepatu, namun mereka harus memakai secara bergilir dengan adiknya yang juga masih duduk dibangku sekolah dasar. Jika saat giliran sepatu dipakai oleh adiknya, maka kakanya harus mengalah, dan pergi ke sekolah hanya mengenakan sandal jepit.

Ini dikatakan Alex Edrial salah seorang alumni SDN 15 Koto Gadang, Jl Koto Gadang Km 1 Kelurahan Bungus Timur Kec. Bungus Teluk Kabung.

Menurut Alex, meski murid di SDN 15 serba kekurangan, tetapi para siswa terlihat senang, karena mereka berpikir, yang penting bisa  melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selaku alumni, terkadang Alex merasa iba dengan kondisi anak-anak didik generasi penerus bangsa, yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Untuk itu Ia meminta kepada  Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan para stake holder yang berkompeten terhadap nasib siswa ini, untuk dapat membantu mereka melengkapi kebutuhan sekolah mereka yang memang rata rata dari keluarga kurang mampu.

Kepala UPTD Bungus Teluk Kabung Dinas Pendidikan Kota Padang Drs. Syarizal saat dikonfirmasi via ponsel di nomor 0813635550xx mengakui, memang masih banyak dari siswa SDN yang berada dalam wilayah kerjanya tidak memakai sepatu.

Kenyataan itu memang benar, dan dari pendataan dilapangan, ada tiga buah SDN yang siswanya tidak memakai sepatu untuk pergi sekolah. Yaitu SDN 15 sebanyak 22 orang, SDN 11 Timbalun 65 orang dan di SDN 13 Sungai Pisang 25.

Dan kalaupun ada siswa SDN yang memakai sepatu, itu pun sudah bolong-bolong dan dipakai bergantian dengan adiknya, ucap Syahrizal dengan wajah terenyuh.

Namun sebagai Kepala UPTD dalam wilayah kerjanya, kondisi tragis itu telah di sampaikan secara lisan dan tertulis kepada Dinas Pendidikan Kota Padang.

Ia berharap, mudah-mudahan persoalan ini cepat terselesaikan, sehingga tidak ada lagi anak-anak didik bangsa ini merasa terabaikan dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...