Beranda - Headline - Muhayatul Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran
Walinagari Duku Utara Widoyo (kiri) saat memberikan bantuan pada korban kebakaran di Duku bersama Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul
Walinagari Duku Utara Widoyo (kiri) saat memberikan bantuan pada korban kebakaran di Duku bersama Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul

Muhayatul Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Tarusan, Musibah kebakaran yang melanda keluarga miskin di Koto Lua, Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (29/10/2017) sore telah menimbulkan keprihatinan dari berbagai kalangan.

Malahan, perantau Duku yang berdomisili di Padang langsung melakukan gerakan spontan demi meringankan beban korban.

Muhayatul, salah seorang perantau Duku langsung menghubungi para dermawan untuk memberikan bantuan pada korban. “Kita langsung mengumpulkan pakaian layak pakai pada para perantau. Alhamdulillah, hal ini mendapat respon positif, terutama oleh bapak dr. Hadril dan donatur lainnya. Pada pagi itu juga, langsung kita antar ke rumah korban,” ujar Muhayatul yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Senin (30/10/2017).

Muhayatul berharap kepedulian semua pihak untuk meringankan para korban. Dia juga meminta pada Pemkab Pesisir Selatan untuk menyediakan mobil pemadam kebakaran pada setiap kecamatan di Pessel.

“Pesisir Selatan yang memanjang dari Utara ke Selatan membutuhkan jarak tempuh panjang. Jika mobil pemadam terkonsentrasi pada satu titik tentu butuh waktu lama untuk sampai ke lokasi kebakaran,” ujar Muhayatul yang juga alumni SMPN 4 Koto XI Tarusan.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Muhayatul juga didampingi pengurus Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Walinagari Duku Utara, Widoyo yang juga Alumni SMPN 4 Koto XI Tarusan dan Beberapa Guru SMPN 4 Koto XI Tarusan.

“Salah seorang anak korban merupakan siswa SMPN 4 Koto XI Tarusan,” ujar Zusrizal Tan, salah seorang guru yang ikut mendampingi Muhayatul. (SALIH)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...