Beranda - Headline - Momentum Idul Adha, OSO : Mari Bersama Bangun Bangsa

Momentum Idul Adha, OSO : Mari Bersama Bangun Bangsa

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Kalimantan Barat – Ketua DPD RI Oesman Sapta bersama keluarga melakukan shalat Idul Adha 1440 H di tanah kelahirannya.

Menurut Oesman Sapta makna Idul Adha untuknya dan keluarga betul-betul menyentuh semua melalui kejadian Nabi Ibrahim dengan anaknya (Ismail).

“Kita dicerminkan kalau kita tidak berhaji, kita harus melakukan apa di atas dunia ini terhadap lingkungan masyarakat Indonesia bahwa kita harus berbuat baik dan sebaik-baiknya. Itulah maknanya. Itulah artinya kurban,” ujar Ketua DPD RI ini usai menjalankan salat Idul Adha di depan Masjid Oesman Al-Khair, Kayong Utara, Kalimantan Barat (11/8/2019).



Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1440 H jatuh pada Minggu (11/8/2019). Maka umat Muslim merayakan Hari Raya Iduladha 2019 pada 10 Dzulhijjah 1440 H.

Artikel Lainnya

loading…


Di hari Idul Adha ini juga, Senator asal Kalimantan Barat berpesan untuk Indonesia bahwa kita yang baru saja melaksanakan Pilpres dan Pileg agar kembali utuh semuanya, kembali utuh dan kembali bersama-sama membangun bangsa ini sampai ke tahun 2024 yang akan datang.

“Jadi, jangan ada lagi perbedaan-perbedaan pada saat ini. Mari kita sama-sama membangun bangsa ini bersama-sama,” tegas Oesman.

Ceramah shalat Idul Adha disampaikan oleh Jafar Alkatiri yang merupakan Anggota DPD RI terpilih periode 2019-2024 asal Sulawesi Utara. Dalam ceramahnya, Ustadz Jafar kembali mengingatkan kisah Nabi Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah SWT, untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Keduanya pun ikhlas menjalankan perintah Allah SWT tersebut. Hingga akhirnya Allah SWT menunjukkan kebesarannya dengan mengganti menjadi domba dari surga.

Ustadz Jafar Alkatiri mengingatkan agar semua umat muslim bisa menghayati makna berkurban. “Mudah-mudahan kita semua bisa menghayati makna kurban. Kalau belum mampu berkurban maka sembelihlah sifat sombong, merasa pandai dari yang lain dan sebagainya,” tutup Jafar.

Turut hadir juga Benny Rhamdani Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara. (Rel)



loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komite I DPD RI Gelar RDP Bahas Konflik Perbatasan Daerah

SpiritSumbar.com, Jakarta – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Dengar ...