Beranda - Pendidikan - Artikel - Minat Penentu Kesuksesan

Minat Penentu Kesuksesan

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Yoan Valenza (Siswa SMAN.1 Pulau Punjung )

Menurut hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa kurangnya minat dapat mengakibatkan kurangnya rasa keterkaitan pada suatu bidang tertentu.

Untuk tahap selanjutnya juga akan dapat melahirkan sikap penolakan. yang melahirkan suatu aspek kejiwaan dan daya tarik tersendiri untuk memperhatikan suatu objek tertentu termasuk minat dalam belajar.

Banyak penelitian di Amerika serikat yang menyimpulkan bahwa salah satu sebab utama dari kegagalan study yaitu karena kurangnya minat. Minat belajar merupakan salah satu upaya dalam memudahkan kita dalam meraih prestasi dan study, karena minat merupakan salah satu penunjang bagi kita sendiri.

Dengan adanya minat kita mampu memilih di mana dan bagaimana kita selanjutnya.

Untuk menumbuhkan minat belajar pada diri kita, terlebih dahulu kita harus memperhatikan apa yang menjadi latar belakang sebagai penyebab berkurangnya atau hilangnya minat belajar.

Setelah itu baru kita mengambil langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar pada diri kita. Dengan demikian upaya untuk menumbuhkan minat belajar sesuai dengan sasarannya.

Menurut salah seorang pakar pendidikan Slameto, minat sendiri adalah “rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh”.

Sedangkan menurut Crow mengatakan bahwa” minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri”.

Minat sendiri dapat menimbulkan kepuasan. karena kita biasanya cenderung mengulang-ulang tindakan yang didasari oleh minat. Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi.

Jelaslah bagi kita, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar seorang siswa. Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Dalam prakteknya, tidak sedikit guru yang mengajar menemukan kendala di dalam kelas, karena kurangnya minat siswa dalam mata pembelajaran tertentu. Jika hal ini terjadi, maka proses belajar mengajar pun akan mengalami hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Berdasarkan pengalaman penulis, ketika pembelajaran berlangsung terdapat siswa yang kurang senang dalam mengikuti pembelajaran. Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat. Disisi lain adapula siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan dengan perasaan terpaksa atau takut.

Hal ini akan menyebabkan tugas yang diberikan hasilnya kurang memuaskan sehingga terkesan asal jadi. Jika mereka ditanya, “apakah kamu sudah siap dalam mengerjakan tugas & mengerti ??” kebanyakan mereka menjawab, “ ya bu saya telah selesai tapi saya kurang mengerti dengan apa yg ibuk sampaikan tadi “. Aneh juga rasanya, sudah selesai tapi belum mengerti.

Berdasarkan penekanan unsur pengalaman tentang definisi minat belajar dikemukakan oleh para ahli, antara lain Di Vesta and Thompson menyatakan bahwa belajar adalah “perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”. Gage and Berliner juga mengemukakan bahwa “belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang muncul karena pengalaman”.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain, Pertama aspek jasmani, mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu atau kita. Kondisi fisik yang prima sangat mendukung keberhasilan belajar kita dan dapat mempengaruhi minat belajar.

Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan berkurangnya minat belajar pada diri kita.

Kedua, dalam aspek keluarga kita, meliputi hubungan antar keluarga, suasana lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi keluarga kita. Dalam aspek Lingkungan masyarakat kita, meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan lingkungan tempat tinggal.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa faktor-faktor saling berkaitan dalam menumbuhkan minat belajar kita. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendukung mengakibatkan kurang atau hilangnya minat belajar pada diri kita. Kurang atau hilangnya minat belajar kita disebabkan oleh banyak hal yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar.

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat kita yang telah ada. Roijakters berpendapat bahwa hal ini biasa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui.

Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu.  Umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik.

Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu juga dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.

Ada beberapa tips cara menumbuhkan minat dalam belajar, Pertama, kita harus persiapkan kondisi tubuh kita. Kedua, gunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik untuk belajar . Ketiga coba bertanya pada diri kita apakah sikap dan tingkah laku kita hanya terdapat pada pelajaran itu saja ketika diajar oleh guru-guru.
Pada saat kita di rumah kita harus mementingkan sekolah atau belajar terlebih dahulu. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak. Dan Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian kita, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah.

Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan, dapat dipahami bahwa banyak sekali faktor yang dapat menumbuhkan atau membangkitkan minat belajar bagi sorang siswa. Tinggal bagaimana upaya yang harus kita lakukan sebagai seorang siswa tersebut dalam memecahkan masalah itu, sehingga kita terbantu untuk menemukan minatnya dalam mengikuti pembelajaran.

Setiap kita memiliki karakter yang berbeda-beda memerlukan penanganan yang berbeda pula, termasuk dalam hal menumbuhkan minat belajarnya. Dengan adanya upaya dari guru maupun kita dalam menumbuhkan minat belajar, diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akhirnya tertuju pada keberhasilan belajar siswa.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Peduli Lingkungan untuk Kemaslahatan

SPIRITSUMBAR.com – Untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mencintai lingkungan dan memberikan edukasi bagi ...