Beranda - Headline - Minangkabau Cup Jati Diri Bagi Sumatera Barat
Gubernur Sumbar memberi sambutan saat launching Minangkabau Cup 2018
Gubernur Sumbar memberi sambutan saat launching Minangkabau Cup 2018

Minangkabau Cup Jati Diri Bagi Sumatera Barat

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melaunching turnamen tahunan, Minangkabau Cup II tahun 2018 di Hotel Mercure, Sabtu, 1 Desember 2018 sore. Turnamen ini merupakan gelaran yang ketiga kali. Sebelumnya, pada Turnamen Minangkabau Cup I tahun 2017, Koto Tangah, Kota Padang berhasil sebagai kampiun setelah mengalahkan Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan di final dengan skor 3-1.

Baca : Mental Juara, Koto Tangah Gulung Bayang di Final Minangkabau Cup

Ajang lahirnya turnamen bergengsi ini pada awalnya bernama Irman Gusman Cup di tahun 2016. Di partai Final, Koto Tangah berhasil mengalah V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman.

Baca : Nominasi Pemain Terbaik Irman Gusman Cup 2016

Launching turnamen kolosal terbesar yang diadakan oleh Spartan Enterprise ini, juga  dihadiri Ketua Asprov Sumbar, Indra Dt. Rajo Lelo, Ketua KONI Sumbar, Syaiful, Wakil Bupati Agam, Ahmad Farhan Satria, Wakil Walikota Solok, Reinier, perwakilan Askot dan Askab se-Sumatera Barat, serta stakeholder yang ikut serta mendukung kompetisi antar kecamatan ini.

Baca : Minangkabau Cup di Launching Sore Ini

Turnamen yang diikuti oleh 160 tim kecamatan dari total 179 kecamatan bakal menyajikan 200 pertandingan. Bakal diikuti 5000 pemain dan 1500 official tim yang ada di Sumatera Barat. “Keikutsertaan 160 tim ini merupakan peningkatan dari penyelenggaraan Minangkabau Cup tahun lalu, dimana pada tahun lalu kompetisi ini hanya  diikuti oleh 150 tim,” ujar Ketua Umum Panitia Pelaksana Minangkabau Cup,Tria Suprajeni.

Lelaki yang akrab dipanggil Om Ola ini menambahkan pertandingan pertama pada grand opening Minangkabau Cup II 2018 akan mempertemukan dua tim zona  Kabupaten Limapuluh Kota. Yakni, Kecamatan Harau dan Kecamatan Payakumbuh di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sabtu, 15 Desember 2018.

“Sebelum Opening Match,  akan disuguhkan laga trofeo, yang mempertemukan Indonesian All Stars dan Semen Padang Stars,” ujarnya.

Baca : Minangkabau Cup, Ajang Penggalian Talenta Bergulir Lagi

Sementara, untuk babak penyisihan ujarnya, akan digelar di masing-masing kabupaten dan kota yang terlibat. Berikutnhya,  untuk babak 34 besar akan dibagi 8 grup yang digelar pada 8 kebupaten/kota. Yakni Kabupaten Pasaman (Grup A), Kabupaten Padang Pariaman (Grup B), Kabupaten Limapuluh Kota (Grup C) dan Kabupaten Tanah Datar (Grup D).

Seterusnya, Kabupaten Pesisir Selatan (E), Kabupaten Solok Selatan (Grup F), Kota Bukittinggi (Grup G) dan Kota Sawahlunto (Grup H). “Sedangkan untuk babak 16 Besar, akan dibagi 4 grup dan 8 Besar 2 grup dengan lokasi akan ditentukan kemudian. Sedangkan babak semifinal dan final akan digelar di GOR H. Agus Salim, Padang,” ujarnya.

Gubernur Sumater Barat, Irwan Prayitno dalam sambutannya sangat  mengapresiasi turnamen ini. Menurutnya, Minangkabau Cup sangat menarik karena mempertandingan kecamatan-kecamatan. Hal ini, sudah pasti mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.

Menurutnya,  hadirnya Minangkabau Cup II 2018 ini, diharapkan akan lahir legenda-legenda sepakbola Sumatera Barat yang nantinya mampu berkiprah di ajang nasional atau mungkin bisa bermain sampai ke luar negeri. “Partisipasi kepala daerah di Sumatera Barat juga patut diapresiasi karena membantu dan mendukung dalam hal pengembangan bakat anak-anak muda Sumatera Barat lewat Minangkabau Cup II 2018 ini” ujarnya.

“Minangkabau Cup II 2018 ini hadir pada momen yang tepat untuk memperlihatkan jati diri Sumatera Barat dalam pengembangan olahraga cabang sepakbola,” ujarnya.

Sementara, Ketua Asprov Sumbar, Indra Dt. Rajo Lelo menyakini  turnamen Minangkabau Cup akan mendukung program pengembangan pemain usia muda PSSI.  Menurutnya,  pemain-pemain muda pilihan Minangkabau Cup nantinya memiliki kesempatan untuk bermain di Piala Soeratin, U-15, U-15, U-17, dan U-19.  (Salih)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perdana, Sawahlunto Gelar Job Fair

SPIRITSUMBAR.com – Ribuan pencari kerja dari dalam dan luar Kota memadati halaman Gedung Pusat Kebudayaan ...