Minggu , 18 November 2018
Beranda - Headline - Minang Coffee Festival, Gairah Baru Pariwisata Sumbar

Minang Coffee Festival, Gairah Baru Pariwisata Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Wakil Gubenur Sumatra Barat Nasrul Abit dalam meningkatkan dunia kopi, Nasrul membuka acara ketrampilan dan kompetisi Barista dengan tema “Kita tingkatan kualitas tenaga kerja dalam dunia kopi” di Balai Latihan Kerja (BLK) Padang. (25/10/2018)

Dalam kesempatan itu wagub Nasrul Abit manyampaikan Minang Coffee Festival merupakan suatu kreatifitas yang baru baik dalam pemasaran dan mengairahkan kembali kopi di Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata.

“Kami sangat mendukung ide-ide yang cemerlang yang di lakukan Minang Coffee Festival, dalam rangka mengairahkan pasar kopi dan meningkatkan dunia kepariwisataan Sumbar. Yang jelas kopi Sumbar itu enak”, ujarnya

Nasrul Abit juga mengatakan dalam berusaha tidaklah harus semua menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Usaha dibidang jasa perdangan ini akan lebih mampu mensejahterakan masyarakat jika dikelola dengan baik, profesional serta membangun jaringan secara pengusaha kopi.

“Kalau pengen kaya jangan jadi pegawai negeri sipil (PNS) tapi jadilah pengusaha. Pengusaha kopi saat ini sudah menginternasional, kita mesti mampu bersaing dengan baik dengan bangsa-bangsa lain. Kita yakin jika dikelola dengan baik kopi Indonesia, khusus Sumatera Barat memiliki peminat yang tinggi di dunia”, ajak Nasrul abit.

Untuk itu Wagub Nasrul Abit meminta Pemerintah Sumatra Barat untuk ikut mensuport dan mempromosikan produksi kopi, karena Sumatra Barat mempunyai ciri khas kopi berbeda enaknya setiap daerah-daerah.

“Harapan saya dengan adanya Minang Coffee Festival Sumatra Barat bisa mengembangkan untuk bisa membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan dan tentunya bisa mengangkat nilai dan kualitas hasil pertanian kopi Sumatra Barat”, seru Nasrul Abit.

Ketua Mickofes tahun 2018 Syahrul Rashib mengucapkan terima kasih karena telah membuat acara ketrampilan dan kompetisi Minang Coffee Festival, karena ini pertama kali dilakukan di Sumatra Barat.

“Kami sebagai penyelenggara merangkai kegiatan ini baru pertama kali dilakukan promosi bersama Pemerintahan, dan dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai kompetisi dari Worshop namun juga berkaitan dengan pelatihan dari barista”,ujarnya

Keterampilan dan kompetisi ini, dikuti 50 peserta Worshop, 24 orang yang mengikuti kompetisi Minang Coffee Festival dan juga didukung oleh Juri Nasional dan Internasional.

Untuk itu alasan Syahrul kenapa diadakan acara Minang Coffee Festival di Sumatra Barat. “Kita sama-sama menyadari sebagai orang Minang kopi merupakan bagian dari budaya”.

Dan Syahrul berharap “Mudah-mudahan dengan adanya Michofes bisa menjadi kegiatan rutin Sumatra Barat dalam dunia kopi dan supaya bisa meningkatkan nilai pendapatan petani dan usaha perkopian di Sumatra Barat”, katanya.

Ketua Balai Latihan Kerja (BLK) Padang Syamsi Hari, SE., MM menyampaikan terima kasih kepada peserta yang peduli sama kopi yang merupakan hasil sumber daya alam di Sumatra Barat.

“Berkat dukungan teman yang berkomitmen untuk membuka usaha kopi, BLK akan mengadakan diskusi finansial, pelatihan worshop dan kompetisi barista pada tanggal 1 Oktober”, ujar Syamsi

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...