Beranda - Headline - Meski Disabilitas Mental, Nini Mampu Produktif

Meski Disabilitas Mental, Nini Mampu Produktif

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Meski menyandang disabilitas mental atau sering disebut masyarakat sebagai ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), Nina ibu rumah tangga warga Desa Kolok, tetap mampu mengisi hidup secara produktif dengan beternak kambing.

Sebanyak 6 Ekor kambing yang dimilikinya kini adalah hasil pembiakan dari sepasang indukan bantuan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Bengkulu yang ia terima pada 2017 lalu.

Wanti petugas BRSPDM Bengkulu yang ditemui saat melakukan layanan homecare (kunjungan rumah) bersama Novia Adrianti agen sosial dari Dinas Sosial Kota Sawahlunto, mengungkapkan, selain Nina, ada 49 penyandang disabilitas mental lainnya di Sawahlunto yang menerima bantuan usaha di tahun 2017 sebesar 2 juta rupiah.

Bantuan usaha tersebut bagian dari program kerja instansinya, yakni selain menargetkan kesembuhan mental dari ODGJ juga membimbing mereka untuk bisa hidup produktif.

“50 ODGJ yang dibantu usaha di tahun 2017 adalah mereka yang diusulkan oleh Dinas Sosial Kota Sawahlunto kepada instansi kami” ujar Wanti.

Kami juga memberikan layanan homecare kepada mereka yang telah dibantu. Homecare ini selain memonitor perkembangan usaha juga sebagai upaya memberikan konseling kejiwaan kepada penyandang disabilitas mental.

Lebih lanjut Wanti mengatakan memberikan rutinitas usaha, menjadi salah satu terapi untuk meminimalisir kekambuhan.

Untuk membantu kesembuhan penyandang disabilitas mental, BRSPDM setiap tahunnya memberikan rehabilitasi sosial secara gratis.

Mulai tahun 2019 rehab sosial diberikan selama 6 bulan untuk 80 orang tanpa dipungut biaya, kecuali biaya rokok bagi ODGJ yang perokok dan biaya transport ke Bengkulu ditanggung oleh keluarga.

Untuk rehabilitasi menyembuhkan PDM/ODGJ ini, selama menjalani rehab, akan diberikan terapi obat, bimbingan fisik dan mental, bimbingan sosial, ketrampilan untuk mengisi waktu luang dan layanan kesehatan serta terapi rekrasional.

ODGJ yang bisa mengikuti rehabilitasi ini harus berusia 15 sampai 45 tahun, memiliki ijazah minimal SLTP. (RNI)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Serius Hadapi Pilgub Sumbar, Donny Moenek Siap Adu Konsep

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI, Reydonnyzar Moenek, sudah menjadi perbincangan ...