Beranda - Berita Pilihan - Merasa Dibohongi, Warga Asam Jujuhan Demo PT TKA

Merasa Dibohongi, Warga Asam Jujuhan Demo PT TKA

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Dharmasraya – Ratusan warga atas nama Penguasa Ulayat Menggugat (PUM) Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, melakukan aksi demo damai. Mereka mendatangi dan menutup pintu gerbang Pabrik Sawit PT Tidar Kerinci Agung (TKA) pada Senin (10/2/2020)

Aksi demo warga tersebut mendapat pengawalan  ketat  anggota Polres Dharmasraya.

Menurut Koordinator Aksi, R. Hamdani, CH menyebutkan bahwa aksi yang digelar warga kali ini merupakan wujud kekecewaan terhadap pembohongan kepada warga yang dilakukan oleh pihak PT Tidar Kerinci Agung (TKA).



Dimana telah mengambil tanah ulayat, Nagari Lubuk Besar selaku pemilik ulayat, yang selama selama ini belum tuntas di selesaikan.

Artikel Lainnya

loading…


“Bahwa Izin PT TKA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 04/HGU/1986 tertanggal 5 April 1986 tentang Pemberian Hak Guna Usaha (HGU) kepada PT TKA Nomor surat ukur No. 166 dan 167/1931 seluas 3.808 hektar yang berlokasi di Sangir Kabupaten Solok Selatan sedangkan di No. 160-165 surat ukur nomor 54-59/1936 seluas 16.182 hektar. dan total di Kabupaten Solok selatan dan Dharmasraya seluas 19.990 hektar, dan di luar 16.182 hektar adalah HGU ilegal,” jelasnya

Ia menjelaskan Hak HGU PT TKA di Kabupaten Dharmasraya hanya seluas 16.182 hektar, selain itu adalah ilegal.
Untuk itu, kami selaku Penguasa Ulayat menggugat dan menuntut pihak PT TKA untuk memenuhi tuntuan kami diantaranya kembalikan hak ulayat kami yang telah dijarah oleh pihak PT.

“Kami menuntut, untuk menunjukkan lokasi sertifikat HGU nomor 1 tahun 1986 sesuai dengan SK Mendagri nomor 4 tahun 1986 seluas 16.182 hektar, apabila terdapat kelebihan dari HGU, maka itu adalah ilegal dan harus dikembalikan kepada masyarakat,” tegasnya

Selanjutnya, kepada PT TKA tunjukkan lokasi tanah ulayat yang belum dilepas atau belum dibebaskan dari garapan masyarakat yang mengakibatkan HGU Nomor 1 dikeluarkan dari lokasi tersebut, dan mana lokasinya.

Kepada pemerintah daerah dan PT TKA tunjukkan kawasan Hutan SungainSuir sampai Batang Asam tersebut sesuai dengan luasnya 7.404 hektar, apabila melebihi maka ini bentuk penipuan yang sangat merugikan kami selaku penguasa ulayat.” ucapnya

Sementara itu ,salah seorang pihak Humas PT TKA,yang tidak mau menyebutkan namannya menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sedang ada rapat dan berkoordinasi terkait aksi warga ini.

Aksi demo warga atas nama Penguasa Ulayat Menggugat (PUM) Nagari Lubuk Besar,Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya berjalan damai dan tertetib (Eko)



;

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pantauan udara pascabanjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada Senin (21/9/2020)

Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat 7 Hari

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi terus melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang yang melanda ...