Beranda - Pendidikan - Artikel - Memperbaiki Citra Guru Agama
Fitra Yenti
Fitra Yenti

Memperbaiki Citra Guru Agama

Print Friendly, PDF & Email

Oleh :  Fitra Yenti (Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Tanah Datar)

Citra guru mata pelajaran agama di sebuah sekolah, khususnya Guru Pendidikan Agama Islam di mata sebagian masyarakat masih belum terlalu menggembirakan.

Mereka masih sering dipandang sebelah mata, bahkan dianggap tidak “sekasta” dengan guru-guru mata pelajaran umum lainnya.

Guru agama dianggap hanya menguasai persoalan-persoalan agama dalam arti sempit. Sementara untuk persoalan keduniawian, guru agama dipandang tidak kompeten. Karena itu peran dan kesempatan yang diberikan kepada guru agama juga cenderung terbatas.

Dengan citra dan pandangan yang salah terhadap guru agama, maka tidak jarang pula mereka merasa dilecehkan oleh orang-orang tertentu. Lebih ironis lagi yang melecehkan mereka justru terkadang orang-orang yang juga bergerak dala bidang pendidikan.



Padahal bila dicermati, guru agama memainkan peranan yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, apalagi dalam implementasi kurikulum 2013. Guru agama memainkan peran penting dalam membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional.

Guru agama tidak hanya dituntut untuk melakukan transfer of knowledge, tapi juga harus melakukan transfer of values. Karena itu, guru agama harus benar-benar mendidik di samping mengajar. Guru agama juga harus menjadi teladan (uswatun hasanah) yang bisa ditiru dan digugu oleh peserta didik.

Meskipun semua guru sesungguhnya sama-sama memiliki tanggung jawab dalam membentuk sikap spiritual dan sosial peserta didik, namun dalam realitanya guru agama tetap dipandang sebagai orang yang paling bertanggung jawab. Bila sikap peserta didik kurang baik, guru agama adalah orang pertama yang dianggap patut dipersalahkan.

Dalam konteks yang lebih luas, dengan semakin banyaknya persoalan degradasi moral yang dihadapi bangsa Indonesia, maka peran guru agama juga semakin dituntut dalam membangun Indonesia yang lebih beradab serta berakhlak mulia. Tidak kalah pentingnya pula turut menjadikan Indonesia sebagai negeri yang lebih damai bagi setiap orang.



Di tengah citra guru agama yang belum terlalu menggembirakan, sementara tuntutan dan tantangan yang harus dihadapi juga semakin berat, maka tentu sebuah keharusan bagi guru agama untuk terus meningkatkan kompetensi. Tidak saja kompetensi pedagogik dan profesional, tapi juga kompetensi kepribadian dan sosial.

Selanjutnya : Memperbaiki Citra Guru Agama (2)

[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indonesia vs Hongkong

Hanif Datang, Indonesia Langsung Juara

Spiritsumbar.com, Bekasi – Timnas U-23 Indonesia mengalahkan timnas U-23 Hong Kong 3-1 pada laga pamungkas ...