Beranda - Pendidikan - Artikel - Melirik Perusda Kinantan
Riyon
Riyon

Melirik Perusda Kinantan

Print Friendly, PDF & Email

Oleh. Riyon

Dari monitoring kajian mengevaluasi keberadaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Sijunjung.  Sampai saat ini boleh dikata tak sesuai yang diharapkan.Keberadaan Perusda Kinantan jujur saya katakan sangat menyedihkan, sistem harus diperbaiki.

Disisi lain sehubungan masa jabatan sebagai Direktur Utama Nafwan, S.Kom selama 3 tahun dengan kekuatan SK Bupati Sijunjung Nomor 188.45/527/KPTS-BPT-2014 tanggal 23 Oktober 2014 telah berakhir tanggal 23 Oktober 2017. Perkembangan terkini untuk menjaring Calon Dirut Perusda Kinantan, Bupati Sijunjung Drs. H. Yuswir Arifin, MM. Dt. Indo Marajo mengeluarkan SK Bupati Sijunjung Nomor : 188.45/482/KPTS-BPT-2017 Tentang Pembentukan Tim Seleksi Calon Dirut Perusda Kinantan. SK Bupati tersebut ditetapkan di Muaro Sijunjung 4 November 2017 lalu.

Menurut keterangan Asisten II Bidang Ekonomi dan yang kebetulan juga Badan Pengawas Perusda Kinantan Pembangunan Sekdakab dr.H. EdwinSuprayogi, M.Kes Sijunjung baru-baru ini,  Tim ini diketuai Sekdakab Sijunjung Zefnihan.AP.M.Si dan 14 orang lainnya baik dari Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota, sekarang masih dalam proses 5 orang Bacalon Dirut Perusda Kinantan, akhir Januari 2017 dari hasil proses sudah bisa diketahui siapa terpilih sebagai Dirut Perusda Kinantan untuk 3 tahun mendatang, kata H.Edwin Suprayogi.

  1. Edwin Suprayogi menambahkan, siapapun yang terpilih nanti, betul-petul orang yang kreatif, inspiratif dan inovatif komitmen memajukan divisi BUMD Kab Sijunjung.

Sebagai informasi BUMD Pemkab Sijunjung yang namanya Perusda Kinantan mempunyai 2 unit usaha/Divisi, SPBU Kinantan dan Hotel Bukik Gadang. Keberadaan  2 Divisi BUMD ini juga dikuatkan dengan Perda Nomor 4 tahun  2013 Tentang Perusahaan Daerah Kinantan.Sayangnya perjalanannya penuh kerikil tajam terindikasiterseok-seok dan mengambang tidak sesuai apa yang diharapkan tidak terstruktur sesuai Perda Nomor 4 tahu 2014 tersebut.

Roda bergulir waktu pun begitu cepat berlalu,keberadaan Perusda Kinatnan yang dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor :4 Tahun 2013 Tentang Perusahaan Daerah Kinantan (Perusda Kinantan).Tentu seharusnya Perda tersebutlah sebagai payung acuannya, norma an kriteria keberadaan Perusda Kinantan harus terstuktur.

Kalau melihat pada Pasal 18  dalam Perda Nomor 4  tahun 2013 disebutkan : Direksi terdiri dari : a). Direktur Utama. b). Direktur Bidang Umum dan Administrasi (Admin), c). Direktur Jasa dan Produksi.

Sayang sejak 2014, keberadaan Direksi  tak terlengkapi, hanya Dirut saja. Sedangkan Direktur Bidang Umum dan Admin serta Direktur Jasa dan Produksi menghilang dari legalitas terpenuhi Perda Nomor 4 tahun 2013 tersebut.

Bahkan masyarakat juga bertanya-tanya dimana sebetulnya Sekkretariat Perusda Kinantan?, karena memang tak ada. Sementara kilas balik ketika Rafani waktu zaman Bupati Sijunjung H. Darius Apan menjabat sebagai Dirut Perusda Kinantan ada Kantor/Sekretariat Perusda kinantan lokasinyadi komplek Pasar Inpres Muaro Sijunjung.Inilah yang sangat membingungkan.

Disini saya tidak menjastis atau menyudutkan seseorang yang waktu itu pernah menjabat sebagai Dirut Perusda Kinantan, hanya mengevaluasi keberadaan Perusda Kinantan. Tetapi slentingan masyarakatlah yang muncul dipermukaan tentang keberadaan Perusda Kinantan yang tidak terstruktur dan perlu perbaikan sistem.

Didalam kegiatan Perusda Kinantan ada  2 unit usaha sebagai Divisi Hotel Bukik Gadang dan SPBU Perusda Kinantan. Divisi Hotel Bukik Gadang tampaknya agak terstruktur. Ada Menejer Hotel Pia, sementara Divisi SPBU tidak jelas sama sekali. Semua dihandel oleh sang bendaharawan baik Bidang Umum dan Administrasi serta Bidang Jasa dan Produksi.

Disinilah yang perlu perbaikan sistem sebab  dalam mekanisme yang benar. Seharusnya setiap unit usaha/divisi Perusda Kinantan terstruktur harus ada Kantror Sekretariat Perusda Kinantan termasuk terpenuhinya Direktur Bidang Umum dan Administradsi serta Direktur Jasa dan Produksi.

Dalam menjalankan tugas Dirut harus bekerjasama dengan Direktur Bidang Umum dan Administrasi serta Direktur Jasa dan Produksi. Sementara dalam Divisi Hotel Bukik Gadang maupun SPBU Kinantan sebagai atasannya adalah ya ketiga direktur tadi  sesuai tupoksi selalu berkoordinasi dan setiap bulan. Setidaknya melakukan pertemuan dan mengevaluasi kinerjana.

Sementara Divisi Hotel Bukik Gadang yang sudah ada orangnya sebagai Menejer hotel harus dilengkapi Bidang Umum dan Administrasi serta Bidang Jasa Pemasaran, termasuk SPBU Kinantan. Sehingga sangat jelas disamping terstruktur pengelolaan makerting dan menejemennya sudah melangkah ke profesionalisme.

Tidak ada lagi seperti SPBU Kinantan tidak jelas stuktur organisasinya, siapa Menejernya siapa yang diberikan amanah Bidang Umum dan Administrasi serta Bidang Jasa dan Produksi.Formatnya termasuk  setiap pergantian jabatan Direksi yang pertiga tahun tersebut  harus terpenuhi  3 komponen yaitu Dirut Dir Bidang Umum dan Admin , Dir Jasa dan Produksi,ini memang sesuai aturan dalam Perda Nomor 4 tahun 2013 lalu.

Dengan posisi sekarang boleh dikatakan lemah keberadaan Perusda Kinantan, bagaimana kalau Perusda Kinantan tak punya Sekretariat. Untuk kegiatan cuma numpang di Hotel Bukik Gadang dan  kalau jabatan Dirut tidak perah melakukan rapatkan barusan dengan kedua Divisi unit usahanya, lalu muncullah mis komunikasi.  Bisa ditebak imbasnya ketika tutup tahun anggaran sang Dirut pada pelaporan /pengauditan masalah keuangan, dari mana sumber kajian kelogikaan  apa bahannya dan mulai dari mana,  tentu akan menambah permasalahan baru.

Sebetulnya kurang apa sarana dan prasarana fasilitas yang diberikan kepada seseorang yang menduduki jabatan direktur. Rumah dinas disediakan, inventarisasi 1 unit mobil operasional Suzuki APV BA. 1872.KC. Seharusnya siapapun yang jadi Direktur harus kreatif dan inovasif bagaimana dengan cara apa, langkah yang bagimana ,kerja keras agar divisi unit usahanya semakin hari bulan dan tahun semakin besar,  berkembang dan maju. Bukan malah semakin hari semakin dipeluk gerhana bulan dengan arti kata “Potret yang buram bingkainyasemakin buram”.

Di sinilah yang harus dibenahi direstorasi, sistemharus diperbaiki  tata kelola divisi unit usaha Perusda Kinantan baik makerting dan menejemennya. Perusda Kinantan kedepan bukan hanya sekedar pelangkap BUPD tetapi betl-betul membuahkan hasil positif bagi Pemkab ijunjung. Perusda Kinantan harus bangkit, jangan lesu-lesu darah tak tampak keliatnya.Inilah yang harus dikerjakan dipundak  Badan Pengawas atau Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sesdakab Sijunjung.

Dikaitkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007, tentang keberadaan Badan Pengawas (BP) , itu tidak ada yang namanya Sekkretariat BP. BUMD .Dikaitkan dengan Perusda Kinantan Kab Sijunjung dan dikaitkan lagi  sesuai pada Pasal 23  Perda Nomor 4 tahun 2013 harus ada peyelarasan  sebagai berikut 1). Badan Pengawas (BP) paling banyak 3 orang, seseorang dipilih menjadi Ketua merangkap anggota. Masa  jabatan BP juga 3 tahun  secara aturan dari internal Pemkab Sijunjung 2 orang lainnya dari profesional ,  publik/masyarakat yang punya kecakapan/kemampuan kopetensi dalam baik makerting atau menejemen dalam salah satu pengembangan unit badan usaha  milik pemerintah.

Di tahun 2018 setelah proses akhir siapa yang lolos menduduki jabatan Direksi dengan 3 Direktur itu,sudah saatnya mari kita berbenah wujudkan langkah kopetensi dari tujuan BUMD membuat unit usaha, tahun berganti hendaknya semakin progresif dan bisa memberikan kontribusi terhadap Peingkatan  Pendapatan Asli Daerah dari sektor unit usaha BUMD tersebut secara merata dalam Divisi Perusda Kinantan . Perlunya restorasi secara frontal, kalau memang tetap keberadaannya dipertahankan.Setidak-tidaknya kedepan  tak tertutup kemungkinan andaikata seseorang  Dirut Perusda siapapanhabis masa jabatannya tanpa diperpanjang,  tentu berita acara aset harus diserahkan kepada BP dan ketika jabatan sudah sirna/menjadi mantan  kalau ada yang masih alasannya meminjam aset seperti taroklah mobil operasional Perusda Kinantan, ya harus dikembalikan kepada empunya. Kalau dengan kata lain dugaannya istilah pijmam mobilnya ,tentu ada limitnya tidak mungkin pinjam selama hampir 3 bulan.Mobil itu juga perlu untuk operasional Perusda Kinantan.

Inilah salah satu input untuk Bupati Sijunjung H. Yuswir Arifin, kalau memangPemkab Sijunjung mau membesarkan unit usaha BUMD Sijunjung kedepan, betuyl-betul bermanfaat dan ada menguntungkan Pemkab Sijunjung.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Esteban Vizcarra saat berkostum Semen Padang FC

Jelang Hadapi Hongkong, Bima Sakti Pulangkan Esteban Vizcarra

Spiritsumbar.com – Pelatih Tim Nasional Indonesia, Bima Sakti memulangkan Esteban Vizcarra dan Rezaldi Hehanussa jelang ...