Beranda - Berita Pilihan - Mega Proyek RTH Silango, Jaksa Dharmasraya Tetapkan Tiga Tersangka
Barang bukti korupsi proyek RTH
Barang bukti korupsi proyek RTH

Mega Proyek RTH Silango, Jaksa Dharmasraya Tetapkan Tiga Tersangka

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya  –   Kejaksaan Negeri Dharmasraya akhirnya menetapkan 3 tersangka terkait dugaan korupsi Pembangunan mega proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Silango yang berada di Jalan Lintas Sumatera Km 4, Kenagarian Sungai Kambuik Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya, Rabu (16/10/2019).

Satu dari tiga tersangka yang ditetapkan tersebut merupakan ASN yang menjabat sebagai PPK. “Tersangka ada tiga orang yang kami tetapkan. Para tersangka itu terdiri dari ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pihak swasta,”kata Kejari Dharmasraya, Hari Wahyudi, melalui Kasi Intel Ridwan Jhoni yang didampingi Kasi Pidsus, Ilza Saputra

Bahkan, lanjutnya, tim penyidik Pidsus setempat bersama tim ahli sampai bolak balik melakukan peninjauan dengan turun ke lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk melakukan penyelidikan.

“Tersangka tersebut yakni, AF sebagai direktur PT Mekar Jaya, M, pelaksana dan E sebagai PPK Di kementerian PUPR satuan kerja penataan bangunan dan lingkungan hidup Provinsi Sumbar,”katanya.



Dalam proyek tersebut menganggarkan uang negara hingga Rp 4.295.430 miliar, yang dikerjakan oleh PT. Mekar jaya pada tahun 2017 lalu. Yang merugikan negara mencapai Rp. 474 656.550.03 “Angka tersebut merupakan hasil dari audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),”ungkapnya.

Artikel Lainnya

loading…


Penetapan para tersangka itu bukan sembarangan dilakukan jaksa. Penyidik membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan rangkaian penyelidikan hingga penyidikan, dan memeriksa puluhan orang saksi.

“Ada sekitar 28 orang saksi yang kita periksa dalam kasus ini. Mulai dari progres perencanaan proyek, pengadaan hingga pelaksanaan pengerjaan,”tegasnya.

Ia menyebutkan, bahwa kerugian negara dari pembangunan RTH Simpang Silago, Pulau Punjung itu, yang bersumber dari APBN itu berada pada pembangunan Vaving Blok.”Kerugiannya ada pada pengurangan volume pengerjaan atau speks,”jelas Ridwan Jhoni,kepada Awak media.

Pihaknya mengapresiasi adanya itikad baik dari para tersangka, dengan mengembalikan kerugian negara dari kurang lebih Rp.474 656.550.03 juta tersebut.”Ada itikad baik dari tersangka ini, dengan mengembalikan kerugian negara ini, Rp.370juta dan sisanya sekitar 104juta lagi menyusul,”kata Ridwan.

Meski adanya itikad baik dari tersangka, dengan mengembalikan kerugian negara, namun pihaknya kejaksaan tetap melanjutkan kasus tersebut.”Ya, meski kerugian negara dikembalikan, kasusnya tetap lanjut dan
tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru,”tegasnya.



Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman diatas 5 tahun atau seumur hidup sesuai pada pasal 2 dan 3 dengan denda mencapai 1Miliar dan sedikitnya Rp.50juta.”Kini uang tersebut kita titipkan di Regkening penampungan sementara atau reg khusus milik Kejaksaan,”pungkasnya.(tim_ep)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Malaysia vs Timnas Indonesia, Adu Gengsi di Bukit Jalil

SpiritSumbar.com, Malaysia – Tim nasional Indonesia akan menjalani laga tandang melawan Malaysia. Pertandingan lanjutan grup ...