Beranda - Berita Pilihan - MEA Datang, Tenaga Kerja Asing Siap Menendang
Deni Elita pengusaha cake dan coklat asal Sawahlunto - Erni/Spirit Sumbar
Deni Elita pengusaha cake dan coklat asal Sawahlunto - Erni/Spirit Sumbar

MEA Datang, Tenaga Kerja Asing Siap Menendang

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Langkah menyongsong Asean Economic Community atau MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menjadi salah satu poin yang disinggung oleh Menteri Ketenagakerjaan dalam memperingati hari K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Dalam pidato mentri yang dibacakan oleh Ismed Wakil Walikota Sawahlunto, jika MEA telah benar-benar berlaku di Indonesia, maka tidak akan ada batas lagi. Tenaga kerja asing akan bebas masuk dan mencari peluang kerja di Indonesia, sehingga persaingan untuk memasuki dunia kerja akan semakin tinggi.

Seorang ahli dari Malaysia, Filipina bisa masuk ke Indonesia tanpa sekat dan tanpa perlakuan berbeda, begitu pula sebaliknya. Mentri mengingatkan bahwa bangsa Indonesia harus siap menghadapi persaingan bebas. Dan untuk itu butuh dukungan semua pihak untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Salah satu kebijakan yang ditempuh Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia adalah melalui pelatihan tenaga kerja. Karena salah satu dampak saat diberlakukannya MEA nanti yaitu tenaga kerja yang tidak memiliki skill dan pendidikan yang memadai.

Sementara Eko Budi Saputro GM PTBA UPO mengungkapkan bahwa memasuki era perdagangan bebas, persaingan bukan hanya dibidang ketenagakerjaan. Negara-negara asing seperti Cina, India telah siap melempar berbagai produk termasuk produk pertambangan Batubara dengan harga yang jauh lebih murah dari harga di pasar dunia.

Pemberlakuan MEA merupakan realisasi visi ASEAN 2020 berupa kesepakatan meningkatkan perekonomian kawasan dengan meningkatkan daya saing di kancah Internasional. Sebelas negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Philipina, Brunei, Laos, Kamboja, Myanmar dan Timor Leste akan memasuki babak baru dengan diberlakukannya MEA.

Dalam kesepakatan pemberlakukan MEA ada lima hal yaitu arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus bebas modal dan arus bebas tenaga terampil. Karena sudah menjadi kesepakatan maka siap atau tidak siap harus disongsong untuk dilakukan

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Feri Fren

Prestasi Sekolah di New Normal

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar) Tahun Pelajaran baru sudah dimulai, proses pembelajaran dilaksanakan ...