Beranda - Pendidikan - Artikel - Matematika Bukan Hantu
Rini Mudianti
Rini Mudianti

Matematika Bukan Hantu

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Rini Mudianti

(Guru SMPN 3 Timpeh Kab.Dharmasraya)

“Matematika” bagi kebanyakan siswa merupakan suatu pelajaran yang sangat menakutkan. Mereka akan membayangkan sosok seorang guru yang kiler, bermuka ganas, pemarah dan lain sebagainya. Begitu juga dengan pelajarannya yang berhubungan dengan angka-angka dan rumus-rumus yang sangat sulit untuk dihafal dan dimengerti serta memusingkan kepala.

Mulyono Abdurahman(2003) mengemukakan bahwa matematika adalah suatu cara untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia, suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung, dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.

Banyak faktor yang menyebabkan pelajaran matematika di anggap momok yang sangat menakutkan bagi siswa kita diantaranya adalah cara pembelajaran matematika dikelas yang umumnya didominasi oleh pengenalan rumus-rumus serta konsep secara verbal tanpa ada perhatian yang cukup terhadap pemahaman siswa, selain itu siswa kurang memiliki pengetahuan prasyarat serta kurang mengetahui manfaat mempelajari matematika dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa, hal inilah yang menyebabkan daya abstraksi siswa kurang dalam memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak.

Pembelajaran yang diterapkan di hampir semua sekolah cenderung text book oriented dan metode yang digunakan kurang bervariasi. Pembelajaran matematika yang kurang menarik dalam penyajiannya akan membuat siswa bosan dalam menerima pelajaran. Hal inilah yang menjadi pemicu kebanyakan siswa bolos saat jam pelajaran matematika atau tetap berada di dalam kelas tapi sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Tidak hanya itu kemampuan guru dalam menguasai konsep dasar matematika juga sangat berpengaruh dalam proses karena pembelajaran matematika bukan hanya sekedar menghafal rumus saja akan tetapi dari mana rumus tersebut diperoleh sehingga pembelajaran matematika lebih bermakna.

Banyak hal yang dapat dilakukan seorang guru matematika agar pelajaran matematika yang guru berikan dapat lebih bermakna dan disukai siswa-siswanya. Diantaranya, pertama, seorang guru matematika itu harus good looking dan menyenangkan agar siswa tidak merasa kaku saat mengikuti pelajaran matematika. Jika siswa sudah menyenangi gurunya, maka mereka akan berusaha untuk menyenangi pelajarannya. Sesulit apapun pelajaran yang guru berikan, siswa akan berusaha untuk dapat mengikuti pelajaran itu dengan baik.

Kedua, siswa jangan terlalu dibebani dengan tugas-tugas dan pekerjaan rumah yang terlalu banyak yang tidak pernah dinilai atau diperiksa karena hal ini akan membuat siswa bosan dan semakin tidak menyukai pelajaran matematika. Siswa diberikan tugas dan pekerjaan rumah yang tidak terlalu banyak tetapi selalu ditagih dan di nilai serta diberikan penghargaan kepada siswa yang telah menyelesaikannya dengan baik, sehingga ini dapat memacu persaingan diantara mereka dan memacu semangat mempelajari matematika.

Ketiga, dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas sebaiknya seorang guru matematika menggunakan media-media yang dapat menarik perhatian siswa, sehingga siswa lebih terpacu dan terpancing dalam menerima materi pelajaran. Gunakan media yang bervariasi, mulai dari alat-alat sederhana seperti contoh kecilnya batang tebu yang dapat kita gunakan untuk penemuan rumus volume tabung sampai pada penggunaan media elektronik seperti gambar-gambar animasi dengan menggunakan macro media flash player, dsb.

Keempat, untuk selingan ditengah pembelajaran berikan cara-cara menghitung cepat kepada siswa sehingga mereka mengetahui bagaimana caranya. Dan jika waktu memungkinkan berikan kuis-kuis atau teka teki menarik yang menggunakan hitungan-hitungan sederhana matematika sehingga suasana pembelajaran di kelas dapat lebih menyenangkan dan menghilangkan kebekuan dan kejenuhan siswa.

Kelima, pemilihan metode yang variatif juga sangat mendukung pembelajaran matematika supaya menjadi sangat menarik, karena metode yang sesuai dan bervariasi tidak akan membuat siswa bosan dalam menerima pelajaran serta dapat mengoptimalkan potensi siswa. Guru bisa saja memanfaatkan metode pembelajaran matematika yang berkembang di luar kelas jika memang bisa membantu terciptanya belajar matematika yang menyenangkan.

Upaya-upaya guru dalam mengatur berbagai pembelajaran merupakan bagian penting dalam keberhasilan siswa mencapai tujuan yang direncanakan. Karena itu pemilihan metode, strategi dan pendekatan dalam mendesain model pembelajaran guna tercapainya iklim pembelajaran aktif yang bermakna adalah tuntutan yang mesti dipenuhi oleh setiap guru.

Berbagai pendekatan pembelajaran matematika selama ini terlalu dipengaruhi pandangan bahwa matematika alat yang siap pakai. Pandangan ini mendorong guru bersikap cenderung memberitahu konsep dan cara menggunakannya.

Guru cenderung mentransfer pengetahuan yang dimiliki ke pikiran siswa dan siswa menerimanya secara pasif dan tidak kritis. Adakalanya siswa menjawab soal dengan benar-benar namun mereka tidak dapat mengungkapkan alasan atas jawaban mereka. Siswa dapat menggunakan rumus tetapi tidak tahu dari mana asalnya rumus itu dan mengapa rumus itu digunakan.

Keadaan demikian mungkin terjadi karena di dalam proses pembelajaran tersebut siswa kurang diberi kesempatan dalam mengungkapkan ide-idenya dan alasan jawaban mereka. Perubahan cara berpikir yang perlu diperhatikan sejak awal adalah bahwa hasil belajar siswa merupakan tanggung jawab siswa sendiri. Artinya bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi secara langsung oleh karakteristik siswa sendiri dan pengalaman belajarnya. Pengalaman belajar akan terbentuk apabila siswa ikut terlibat dalam pembelajaran yang terlihat dari aktifitas belajarnya.

Matematika itu bukan saja dituntut sekedar menghitung, tetapi siswa juga dituntut agar lebih mampu menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini. Masalah itu baik mengenai matematika itu sendiri maupun masalah dalam ilmu lain, serta dituntut suatu disiplin ilmu yang sangat tinggi, sehingga apabila telah memahami konsep matematika secara mendasar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika bukanlah hantu untuk ditakuti oleh peserta didik, tetapi harus didekati untuk bisa dimengerti.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Feri Fren

Kabut Asap dan Asap Rokok

Kedua, Carbon Monoxida(CO),gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari ...