Beranda - Headline - Masya Allah, Kunci Soal Ujian Pesantren Ramadhan Bocor
Ujian Nasional (ilustrasi)
Ujian Nasional (ilustrasi)

Masya Allah, Kunci Soal Ujian Pesantren Ramadhan Bocor

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Persoalan bocornya kunci jawaban tidak hanya menghantui pendidikan formal. Malahan, persoalan sama juga terjadi pada pendidikan agama.

Dari pantauan media ini, puluhan peserta Pesantren Ramadhan terlihat bergerombolan pada salah sudut masjid di kawasan Kecamatan Lubuk Begalung. Mereka pada Minggu, (18/6/2017) di subuh buta itu, sibuk mencatat huruf  huruf yang ada pada selembar kertas. Huruf tersebut, merupakan kunci jawaban dari soal pilihan ganda. “Kami mendapatkan dari seorang teman dengan jumlah 50 soal pilihan ganda,” kata seorang peserta yang sibuk memindahkan kunci tersebut pada kertas yang dimiliki.

Salah seorang panitia pesantren pada salah satu masjid, mencurigai soal tersebut memang bocor. Hal itu ujarnya, dapat dibuktikan dengan hasil ujian peserta yang 100 persen betul. “Suatu hal mustahil, jika semua peserta bisa menjawab soal dengan benar,” ujarnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Faisal Nasir menyayangkan adanya kebocoran soal tersebut. Menurutnya, ini merupakan puncak amburadulnya pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini. “Walikota Padang harus mengevaluasi kinerja Kabag kesra. Apalagi persoalan tidak hanya sebatas kebocoran soal tapi juga seperti tidak adanya koordinasi dengan pihak lain. Malahan pihak DPRD yang sebelumnya selalu dilibatkan. Pada tahun ini seperti ditinggalkan,” ujarnya.

Dia mencontohkan masalah persiapan yang terkesan kurang matang. Padahal ujarnya pesantren ini sudah pelaksanaan yang 14 kalinya. “Selama pesantren, siswa juga disibukan dengan pendaftaran di sekolah. Selain itu, saya juga dapat informasi terlambatnya pemberitahuan siswa yang akan tamat, SD dan SMP. Malahan pergeseran jadwal juga terjadi disaat pesantren akan berlangsung,” ujarnya.

Padahal ujarnya, anggaran pesantren tahun ini sama dengan tahun lalu. Sedangkan peserta sudah jauh berkurang, lantaran SMA/SMK sudah pindah kewenangan ke propinsi. “Dengan anggaran yang besar, Pesantren tahun ini malah makin kacau. Lebih dari itu, tingkat kriminal pada generasi muda juga semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Saat dihubungi, Kabag Kesra Kota Padang, Jamilus, S.Ag. seakan enggan menanggapi. Pesan singkat yang dikirim belum ada balasannya. (Palimo)

Lebih lengkap di The Public

Edisi 21/ 19-26 Juni 2017

Editor: Saribulih

Artikel lainnya:

loading…


Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Babinsa Dharmasraya Bakti Sosial Ramadhan

SPIRITSUMBAR.com – Sekitar 100 unit sepada motor anggota Babinsa kodim 0310/SSD membawa rasel sembako melakukan ...