Beranda - Headline - Mangga Muda Tayang Serentak, Penonton Sudah Tak Sabar

Mangga Muda Tayang Serentak, Penonton Sudah Tak Sabar

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Jakarta – Gala Premiere Film “Mangga Muda” hasil garapan Sutradara Girry Pratama telah digelar di Plaza Senayan XXI, Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020).

Menariknya, film drama komedi yang akan tayang serentak, di seluruh Indonesia, Kamis (23/1/2020) sudah menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Sementara, Menteri Sosial Juliari P Batubara saat pergelaran berharap di Indonesia semakin banyak film yang menonjolkan pesan-pesan sosial. Hal itu penting menurutnya guna membangun peradaban yang lebih maju lagi.




“Mudah-mudahan film Indonesia semakin banyak memuat pesan-pesan, nilai-nilai sosial sehingga kita sebagai bangsa lebih sosial lagi, lebih empati, dan pastinya peradaban kita semakin maju, menjadi bangsa yang maju,” kata menteri yang akrab disapa Ari itu saat memberikan sambutan saat Gala Premiere “Mangga Muda”.

Artikel Lainnya

loading…


Nilai moral film ini, katanya adalah kehidupan sosial setiap orang memang berbeda tapi jangan ambil jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu. “Percaya Tuhan dengan segala usaha baik. Yang kaya juga harus berbagi kepada yang tidak mampu,” katanya.

Diharapkannya semua karya yang dihasilkan sineas Tanah Air bisa memicu anak bangsa Indonesia semakin kreatif lagi sehingga nantinya dapat bersaing dengan bangsa lain.

Film “Mangga Muda” mengisahkan tentang lika-liku hidup Agil yang diperankan Tora Sudiro, seorang sopir taksi yang hidup dengan kondisi ekonomi pas-pasan bersama sang istri, Luli (Alexandra Gottardo) yang sehari-hari bekerja sebagai karyawati salon kecantikan.

Meski telah lama menikah, pasangan tersebut merasa ada yang kurang, yaitu belum dikarunia anak. Mereka sudah mencoba ke dokter kandungan tetapi belum ada hasil. Kemudian Agil bernazar bila Luli hamil, dia akan menuruti semua permintaan istrinya itu. Akhirnya Luli benar-benar hamil.

Namun bukannya senang, Agil malah pusing ketika istrinya menginginkan sebuah mobil. Usahanya memenuhi keinginan sang istri terus menerus gagal, sampai Agil terjerumus ke dalam sebuah aksi perampokan.

Film karya rumah produksi Lingkar Pictures ini dibintangi sederet artis beken tanah air seperti Tora Sudiro, Nafa Urbach, Alexandra Gottardo, Gerry Iskak, dan Ajun Prawira. Selain itu, ada juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat asal Sumbar Yuliandre Darwis.

Yuliandre Darwis yang juga salah seorang produser dalam film ini mengatakan, banyak pihak yang tertarik untuk beramai-ramai menyaksikan film ini mulai 23 Januari nanti. Bahkan, Menteri Sosial akan mengajak para staf dan pejabat eselon I hingga III di Kemensos untuk nonton bareng film “Mangga Muda”.

“Rencananya pada 23 Januari nanti di Studio XXI Transmart Padang kita juga akan gelar jumpa fans dan nonton bareng dengan pemeran film “Mangga Muda,” ujar tokoh muda Sumbar yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat itu.

Cerita flm yang berdurasi 98 menit ini, menurut Yuliandre, sudah dibuat sejak tahun 2014. Skenarionya ditulis Jujur Prananto yang pernah terlibat dalam film Ada Apa dengan Cinta, La Tahzan, Haji Backpacker dan sederet film top lainnya. “Mangga Muda” merupakan film yang murni digarap dari ide dan gagasan anak bangsa berangkat dari kisah kehidupan sosial kaum urban yang memiliki nilai atau pesan sehingga harus disambut baik,” kata mantan Uda Sumbar yang pernah jadi Duta Muda Unesco ini.



Lebih lanjut pakar komunikasi itu menuturkan, saat ini yang dibutuhkan adalah kreativitas dan pesan moral yang dapat disampaikan dalam suatu karya. Hal yang tidak terlalu besar, namun terkadang luput dari perhartian.

Oleh karena itu, kepada para sineas muda Indonesia, Yuliandre mengajak agar lebih aktif dan jeli melihat peluang ide cerita yang ada di tengah masyarakat untuk dapat dikembangkan jadi film yang menarik. “Film Mangga Muda ini diharapkan dapat memberikan warna tersendiri dalam aspek sosial dan kemajuan industri perfilman Tanah Air,” katanya. (Rel)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Orang tua calon peserta didik melakukan verifikasi data PPDB di SMA 6 Padang

Pemalsuan Suket Domisili untuk PPDB Mulai Terkuak

Spiritsumbar.com, Padang – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah mengumumkan hasil seleksi Pendaftaran Peserta ...