Beranda - Headline - Mahasiswa UNP Beri Pelatihan Pengelolaan Limbah Cair

Mahasiswa UNP Beri Pelatihan Pengelolaan Limbah Cair

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pariaman – Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Negeri Padang (UNP) berikan pelatihan pengelolaan limbah cair di SMAN Pariaman.

Pelatihan dilakukan dalam 2 termen. Pelatihan pertama dilakukan, Sabtu, 28 April 2018. Pada pelatihan yang pertama, menjelaskan tentang bahaya dan cara pengolahan limbahnya.

Sedangkan pelatihan kedua, Sabtu, 26 Mei 2018 para mahasiswa ini langsung menerapkan cara pengolahannya di laboratorium kimia.

Kegiatan dengan tema Implementasi Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Sekolah dengan Menggunakan Metoda S-QCHERY (Solidification of Liquid Waste Chemistry) sebagai Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan di SMAN 2 Pariaman, Kec. Pariaman Tengah, Kab. Kota Pariaman, Sumatera Barat.




Pelatihan diketuai Nova Lendra bersama anggotanya yaitu Nina Wahyuni, Gusdikal Candra, Basultan Hidayat dan Siti Aisyah Nasution dibimbing oleh Ananda Putra, M.Si., Ph.D.

Tim PKM ini melakukan pengabdian di SMA Negeri 2 Pariaman tentang upaya pengolahan limbah cair di sekolah tersebut.

Pelaksanaan kegiatan PKM ini merupakan implementasi dari PKM-PE tahun sebelumnya yang juga lulus didanai oleh Kemenristekdikti.

Beranjak dari penelitian tersebut kami dari TIM PKM-M menerapkan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan supaya limbah cair yang bersifat B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) bisa dikelola sehingga terhindar dari pencemaran lingkungan. Sehingga sekolah yang sudah menerapkan ini sekalian bisa mencanangkan Green Chemistry. Olahan limbah ini diubah menjadi paving block, patung wisuda dan batako. 

Salah seorang guru kimia SMA Negeri 2 Pariaman, Elkyami, M.Pd. mengaku saat ini belum ada teknik pengolahan limbah cair ini dilakukan.

Saat ini SMAN Negeri 2 Pariman sudah bisah memanfaatkan limbah cair laboratorium sekolahnya menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Pengolahan limbah cair berbahaya tersebut dilakukan dengan menetralkan sifat limbah dengan menggunakan zat kapur (CaCo3). Setelah limbah tersebut bersifat netral, lalu ditambahkan semen sebagai bahan pemadatnya.kemudian dimasukan kedalam cetakan produk olahan limbah.


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemkab Muara Enim belajar e-warung

Muara Enim Pelajari e-Warung Pemko Padang

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjadi acuan bagi pemerintah daerah di Indonesia. Kali ...