Beranda - Berita Pilihan - Luas Sawah di Sumbar Menurun Drastis

Luas Sawah di Sumbar Menurun Drastis

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com – Dalam sepuluh tahun terakhir, telah terjadi penurunan luas lahan sawah di Sumatera Barat sebesar 14.009 Ha. Pada 2016, luas lahan sawah di Sumbar adalah sebesar 244.184 Ha. Jumlah tersebut menurun menjadi 230.175 Ha pada 2016.

Hal ini diungkapkan Dr. Ir. Rusda Khairati, M.Si, salah seorang yang tergabung dalam Tim Kajian Dampak Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumatera Barat saat memaparkan hasil penelitian berjudul ‘Analisis Dampak Kependudukan terhadap Ketersediaan Lahan Pertanian di Sumatera Barat’ pada acara Sosialisasi Dampak Kependudukan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Dukcapil (DP2KBD) Provinsi Sumatera Barat di Hotel Gran Malindo, Kamis (18/10/2018).

Di antara faktor-faktor yang diasumsikan berpengaruh terhadap penurunan tersebut, peningkatan pendapatan dan jumlah penduduk Sumbar yang berimbas pada peningkatan luas permukiman disimpulkan sebagai penyebab yang pengaruhnya paling signifikan.

“Setiap tahun penduduk Sumbar bertambah sekitar 68 ribu. Dengan angka ini, pertambahan 1 penduduk di Sumbar berdampak pada pengurangan lahan sawah sebesar 0.019 Ha,” ungkapnya.

Atas kesimpulan penelitian tersebut, Tim Kajian Dampak Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumatera Barat memberikan 4 rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Pertama, perlu dilakukan sosialisasi dan diseminasi tentang dampak pertambahan penduduk terhadap lahan pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Kedua, perlu dilakukan revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tataruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) yang telah memuat alokasi lahan unyuk pertanian berkelanjutan disertai dengan sanksi-sanksi yang tegas terhadap pelanggar ketentuan tersebut.

Ketiga, perlu disusun kebijakan terkait pemberian izin penggunaan lahan untuk pembangunan perumahan, permukiman, fasilitas publik, dan industri, agar tidak mengurangi lahan pertanian.

Terakhir, agar direncanakan pencetakan sawah baru untuk dapat mengimbangi alih fungsi lahan yang tidak dapat dihindari karena kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. (Rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

SK Keluar, Pengurus SMSI Sumbar Gelar Rapat Perdana

Spiritsumbar.com, Padang – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Barat mengawali kiprahnya dengan menggelar ...