Beranda - Info Terkini - Luar Biasa, Mobil Mewah Kuasai Halte Trans Padang
Bus Trans Padang harus mengalah oleh congkaknya Mobil mewah dengan nomor polisi satu digit yang parkir di Halte Trans Padang (Foto: Humas Pemko Padang)
Bus Trans Padang harus mengalah oleh congkaknya Mobil mewah dengan nomor polisi satu digit yang parkir di Halte Trans Padang (Foto: Humas Pemko Padang)

Luar Biasa, Mobil Mewah Kuasai Halte Trans Padang

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Kaya tapi rendah hati, dermawan dan peduli aturan tentu akan disegani banyak orang. Bahkan, tidak sedikit yang rela mati demi membela orang kaya yang bersifat hal tersebut.

Sepertinya, tidak demikian dengan pengendara mobil mewah dengan nomor polisi (Nopol) satu digit yang seenaknya parkir di fasilitas khusus angkutan umum. Mobil keluaran Nissan dengan kode Sumatera Barat (BA) dan seri VD, dengan congkaknya berada halte Trans Padang di jalan Sudirman depan SMPN 1 Padang, Sabtu (14/5) pagi. Dampaknya, bus Trans Padang terhalang dalam menaikturunkan penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Rudy Rinaldi saat dikonfirmasi Humas dan Protokol Kota Padang mengatakan bahwa kendaraan tersebut terparkir di depan areal kedatangan Trans Padang itu sekitar pukul 08.00 Wib.

Kabid Angkutan Dishubkominfo, Jovie, yang bertugas pagi itu langsung mendatangi kendaraan yang terparkir dalam keadaan terkunci tersebut. Saat coba didorong agar keluar dari depan areal tersebut, ternyata rem tangan kendaraan tersebut dipasang si empunya kendaraan. “Akibatnya bus Trans Padang tidak bisa masuk ke areal kedatangan manuver,” ujar Rudy.

Petugas Dishub kemudian memasang pengumuman lewat pengeras suara yang terpasang di persimpangan jalan Sudirman – Simpang Kandang – Agus Salim, tak jauh dari lokasi halte Trans Padang tersebut. Petugas juga coba menanyai siapa gerangan pemilik mobil mewah ini kepada warga yang berada tak jauh dari kendaraan tersebut. Lama ditunggu, pemilik kendaraan tak muncul-muncul juga. Akhirnya petugas Dishubinforkom terpaksa membiarkan kendaraan tersebut, meski sempat membuat macet arus lalulintas ketika itu.

Bus Trans Padang “terpaksa” mengalah. Bus tidak menaikturunkan penumpang tepat di halte. “Akibatnya pintu tengah bus tidak kami fungsikan, justru pintu depan yang difungsikan, kasihan penumpang, harus menuju depan bus untuk naik dan turun,” ungkap Rudy.

Rudi menyebut, halte Trans Padang memang harus steril dari kendaraan. Apalagi sudah ada tanda strip kuning di depan halte tersebut, sehingga tidak boleh satupun kendaraan yang menghalangi. “Saat ini biarlah kendaraan tersebut mendapatkan hukuman sosial dari masyarakat dengan dibully di media sosial,” ujar Rudy.

Melihat kejadian ini, seorang pejalan kaki yang berada tak jauh dari kendaraan tersebut sangat menyayangkan perilaku pemilik kendaraan yang asal berhenti. Apalagi kendaraan tersebut bernomor polisi dengan satu angka yang tentunya pemiliknya bukan orang sembarangan. “Sepertinya, meski hidup mewah dan memiliki kendaraan hebat, bukan menjamin perangai seseorang mencerminkan kedisiplinan,” ujar Zulfi, pagi itu.

DATUAK

Edisi 22/Th. III (Terbit Tiap Senin)
Edisi 22/Th. III (Terbit Tiap Senin)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kotak Suara Terbakar di Kantor Camat Koto XI Tarusan

SPIRITSUMBAR.com – Kotak suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir ...