Beranda - Fokus - Lontarkan Wacana Pemindahan Ibukota, Ketua DPRD Pessel Didemo
Demo Masyarakat Pessel (foto Niko)
Demo Masyarakat Pessel (foto Niko)

Lontarkan Wacana Pemindahan Ibukota, Ketua DPRD Pessel Didemo

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com | Painan – Parik Nagari dan Masyarakat Painan Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan melakukan aksi demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Senin, (24/7/2017) pukul 11.00 Wib.
Artikel Lainnya

loading…


Aksi demo damai yang dilakukan masyarakat yang juga melibatkan unsur niniak mamak atau kerapatan adat nagari tersebut menyampaikan mosi tidak percaya kepada Dedi Rahmanto sebagai Ketua DPRD Pessel.

Mereka menuntut agar Ketua DPRD setempat mundur dari jabatannya. Dan mendesak Ketua Badan Kehormatan DPRD Pessel membantuk majelis etik badan kehormatan terkait pernyataan dan dampak etik untuk melakukan pemeriksaan kepada Dedi Rahmanto dan memberi sanksi pencopotan jabatan selaku Ketua DPRD Pessel.

Aksi demo ini berawal atas pernyataan wacana yang dilontarkan oleh Dedi Rahmanto untuk memindahkan Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan ke Kambang, Kecamatan Lengayang.

Setelah dikonsumsi publik dan terbit di berbagai media elektronik, ternyata menimbulkan reaksi yang tak lazim. Terjadi perihal pro dan kontra.

Yuliardi,salah satu perwakilan masyarakat yang memimpin aksi demo menyatakan bahwa pernyataan atau ungkapan yang disampaikan Ketua DPRD yang terhormat itu, katanya telah menimbulkan keresahan di tengah kehidupan masyarakat.

Dia menyebutkan masih banyak hal lain yang harus dipikirkan selain sibuk berwacana untuk pemindahan Ibukota Kabupaten. “Akan menghabiskan banyak uang dalam mewujudkan itu. Dari mana uangnya. Belum tentu juga di Kambang akan berdiri bangunan Kantor DPRD yang megah seperti di Painan saat ini. Jadi jangan asal bicara. Ini warning dari kami”ujarnya.

Pantauan di lokasi, masyarakat pendemo heboh dan berteriak keras supaya Dedi dicopot dari jabatannya. Masayarakat heboh tapi tidak anarkis. Mereka bersorak sambil melambaikan spanduk berisikan ragam tulisan ” Copot Jabatan Ketua DPRD, kami tidak butuh pemimpin provokator, ” Sibuk berwacana Rakyat sengsara dan DPRD kurang karajo.

Tuntutan lain yang disampaikan dalam orasi disebutkan bahwa terkait wacana pemindahan Ibukota itu, sehendaknya Ketua DPRD mencabut pernyataannya yang telah dikonsumsi oleh publik serta menyatakan permintaan maaf di media cetak dan elektronik berturut-turut selama tiga hari karna apa yang disampaikannya telah menjadi sesuatu yang meresahkan masayarakat Painan.

Sekitar setengah jam berorasi di depan kantor DPRD, akhirnya Ketua DPRD setempat Dedi Rahmanto menghadapi warga pendemo secara jentel.

Ia telah melakukan permintaan maaf di depan warga. Wacana pemindahan ibukota kabupaten ke Kambang memang murni pendapat ia pribadi. Namun terangnya, hal itu bukan ada maksud dan tujuan lain,tetapi lebih kuat dalam kepentingan  peningkatan pelayanan publik di daerah itu.  Mengingat kondisi daerah yang terbentang panjang dari Siguntur hingga Silaut.

Dedi mengatakan menyambut baik tentang demontrasi yang dilakukan warga. Kalau soal dirinya dilaporkan kepada Badan Kehormatan tentang etik atau tidak etikknya ia memberikan pendapat biarkan dilalui dengan proses yang berlaku.

“Mana pointnya saya melanggar etik, tentu harus ada kajiannya. Ini biarkan berjalan dengan proses”ulasnya ketika diwawancarai wartawan di ruang rapat paripurna DPRD Pessel setelah mendengar aspirasi beberapa tokoh masyarakat yang berdemontrasi.

Selain itu, Dedi juga menekankan telah mencabut pernyataan dan permintaan maaf kepada warga melalui media yang sama tentang wacana pemindahan Ibukota Pessel.

“Jika apa yang saya sampaikan menimbulkan keresahan masyarakat,saya telah minta maaf dan mencabut pernyataan pribadi saya tersebut kepada media yang sama. Dan kalau saya dituntut mundur dari jabatan. kembali lagi kepada masyarakat. Belum tentu semua warga yang setuju, misalnya kalau ditanya satu persatu”tambahnya.

Sementara, Yuliardi dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat Painan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Ketua DPRD dan bebarapa anggota DPRD lintas fraksi dan komisi.

Berulangkali dikatakan Yuliardi bahwa Ketua DPRD dan anggotanya selaku wakil rakyat jangan sembarang bicara. “Ini perlu kami tekankan. Agar kemudian hari tidak terjadi hal yang sama. Hari ini ketua DPRD yang berbicara,besok-besok bisa jadi anggota dewan lainnya. Jadi tingkatkan kinerja lembaga DPRD untuk mewakili rakyat,dan jangan hanya berwacana,” pungkasnya.

Aksi demo tersebut berakhir sekitar pukul 14.00 Wib. Dengan menyerahkan tiga tuntutan yang telah disampaikan serta penyerahan laporan kepada Badan Kehormatan DPRD Pessel melalui wakilnya,Yusli Mardan.

Selain itu, Ketua DPRD juga akan dilaporkan kepada DPD dan DPP Partai Golkar yang tengah diusungnya. Menuntut untuk memberhentikan Dedi dari organisasi kepartaian. (niko).
Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Selebrasi Amiruddin Bagus usai mencetak gol

Tertinggal Terlebih Dulu, Timnas U-18 Berhasil Tahan Malaysia

SPIRITSUMBAR.com, Vietnam – Tim Nasional (Timnas) U-18 Indonesia untuk sementara bermain imbang 1-1 dengan Malaysia ...