Beranda - Pendidikan - Artikel - Lomba Guru Berprestasi Pacu Kreatifitas Siswa

Lomba Guru Berprestasi Pacu Kreatifitas Siswa

Print Friendly

Oleh: Fitra Murni AR (Guru SMAN 3 Padang Panjang)

Guru merupakan salah satu sosok penentu keberhasilan pendidikan. Guru merupakan aset yang utama di sebuah satuan pendidikan/sekolah. Mengapa demikian? karena secara langsung guru dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan peserta didik.

Guru mengemban tugas yang sangat berat dan signifikan untuk tercapainya tujuan pendidikan Nasional, yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani, juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial.

Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. (Depdikbud 1999)

Nah, untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut, guru dituntut memiliki kreatifitas yang tinggi. Kreatifitas yang tinggi tersebut tergambar dari empat kompetensi yang harus dikuasai oleh guru diantaranya: kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Keempat kompetensi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan haruslah melekat pada diri setiap guru.

Untuk meningkatkan kreatifitas guru tersebut, salah satu usaha yang dilakukan pemerintah setiap tahunnya adalah dengan pelaksanaan lomba guru prestasi. Biasanya lomba ini diadakan mulai dari sekolah, kecamatan, kota/kabupaten, provinsi dan bahkan nasional. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 ayat (1) mengamanatkan bahwa Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan.

Dengan ditetapkannya undang-undang dimaksud, penghargaan kepada guru prestasi mengalami penguatan. Pemberian penghargaan itu dilakukan berdasarkan tingkat, jenis, dan jenjang satuan pendidikan. Penghargaan dapat diberikan pada tingkat sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan tingkat nasional.

Lomba ini menilai keempat kompetensi guru. Pertama, kompetensi Pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kedua, kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal, berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia.

Ketiga, kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Keempat, kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan guru dapat membimbing peserta didik, memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

Disamping kompetensi tersebut, ada juga penilaian karya/prestasi: Teknologi tepat guna (teknologi pendidikan), karya seni, karya, inovasi dalam pembelajaran atau bimbingan, penulisan buku/esai, prestasi olahraga, pengembangan keprofesian berkelanjutan serta portofolio.

Dengan seluruh penilaian tersebut, maka secara otomatis guru harus kreatif dalam pemebelajaran, mengikuti perkembangan pendidikan, melakukan pengembangan diri, banyak menulis dan banyak meraih prestasi. Secara tidak langsung, lomba guru prestasi yang diselenggarakan setiap tahun telah mampu meningkatkan kreatifitas guru di seluruh tingkat dan satuan pendidikan.

Ajang lomba guru prestasi ini memberikan banyak manfaat bagi guru diantaranya: tempat menimba ilmu, tempat berbagi pengalaman, mengasah keterampilan mengajar, silaturrahmi (menjalin persahabatan dengan guru dari berbagai daerah), meraih prestasi, sekaligus memperbaiki diri. Jangan sampai melewatkan kesempatan besar ini.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...