Beranda - Headline - Limbah B3 Harus Dikelola Dengan Baik
Pengelolaan Limbah B3
Pengelolaan Limbah B3

Limbah B3 Harus Dikelola Dengan Baik

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Lubuk Basung – Pemda Agam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, menggelar In House Training Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), untuk fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Agam.

Kegiatan yang dibuka Bupati Agam diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si, di aula Dinas Kesehatan Agam, Selasa (10/4/2018).
Artikel Lainnya

loading…


Acara di hadiri Kepala DLH Agam Hamdi, ST, M. Eng, Kepala DinasKesehatan Kabupaten Agam, Indra Rusli, MPPM dan staf.

Dalam penyampaiannya Isman Imran mengatakan bahwa di Kabupaten Agam terdapat 23 Puskesmas, satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), satu Rumah Sakit Swasta dan beberapa jenis fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. “Fasilitas pelayanan ini memberikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti penurunan kualitas udara dan sebagainya yang menghasilkan limbah B3,” ujarnya.

Dia jelaskan bahwa dampak ini wajib dikelola dengan pertimbangan dasar jaminan kesehatan manusia dan lingkungan. Sehingga pengendalian dampak ini sudah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2017, tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Pengelolaan limbah B3 menjadi permasalahan yang harus menjadi perhatian serius, karena tingkat bahaya limba B3 sangat tinggi bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Lebih lanjut Isman mengatakan bahwa tingginya tingkat bahaya limbah B3 membutuhkan biaya yang sangat mahal, rumit, spesifik serta kompetensi SDM pengelola yang handal untuk mengelolanya.

Maka dari itu, sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah terhadap amanat UU Nomor 32 tahun 2009, Pemerintah Kabupaten Agam tahun 2018 sudah menyediakan anggaran sebesar Rp2 miliar bagi pengelolaan limbah B3.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, Hamdi, ST, M.Eng, mengatakan bahwa kegiatan pengelolaan B3 dan limbah B3 adalah salah satu mata rantai yang cukup panjang, dan melibatkan banyak pihak, mulai dari penyedia bahan B3, penghasil limbah B3, pengangkut, pengumpul, pemanfaat, pengolah dan penimbun limbah B3.

Pelanggaran pengelolaan B3 dan limbah B3 dari berbagai bentuk kegiatan yang berakibat pada pencemaran lingkungan dapat tuntutan formal berupa pidana kata Hamdi. Maka dari itu DLH Kabupaten Agam merupakan salah satu OPD teknis yang berperan dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan tersebut, sehingga dilaksanakan In House Training Pengelolaan Limbah B3 .

Peserta yang mengikuti sebanyak 46 orang, berasal dari 23 Puskesmas, dua Rumah Sakit, dua klinik, satu dari laboratorium lingkungan, 17 orang dari DLH Agam dan satu orang dari Dinkes Agam, dengan mendatangkan enam narasumber, tiga orang dari Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM Yogyakarta, satu orang dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, satu orang dari DLH Sumbar dan satu orang dari Dinkes Agam. (Irman Naim)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indonesia vs Hongkong

Hanif Datang, Indonesia Langsung Juara

Spiritsumbar.com, Bekasi – Timnas U-23 Indonesia mengalahkan timnas U-23 Hong Kong 3-1 pada laga pamungkas ...