Beranda - Berita Pilihan - Lebih 23 Ribu Warga Solsel Belum Rekam e-KTP
Senyum bahagia terima e-KTP
Senyum bahagia terima e-KTP

Lebih 23 Ribu Warga Solsel Belum Rekam e-KTP

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Padang Aro – Sekitar 23.279 jiwa warga Solok Selatan belum lakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP). Mereka itu, terdapat di daerah sulit di tujuh kecamatan yang ada di bumi sarantau sasurambi itu. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Solok Selatan, Efi Yandri menjelaskan, warga yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik di daerah itu sebanyak 101.631 jiwa, dari 124.910 wajib KTP atau sudah tercapai sekitar 81,36 persen. 

Yang belum merekam tersebut, dinilainya dengan kondisi jarak dari kampung daerah sulit ke pusat kecamatan atau ke Disdukcapil cukup jauh.

Sehingga warga yang ekonomi lemah, masih banyak yang belum merekam. Lantaran kendala sulitnya sarana transportasi dan kondisi infrastruktur yang belum memadai sesuai laporan pihak nagari dan kejorongan setempat. 

“Masih ada sekitar 23.279 jiwa warga belum merekam e KTP, dari 177.462 jumlah penduduk Solok Selatan. Disebabkan kendala sarana terbatas dan jarak yang cukup jauh, sehingga perlu jangkauan dari dinas untuk e KTP keliling daerah sulit,” ungkap Efi Yandri di Padang Aro. 

Dari 101.631 keping e KTP yang telah di cetak selama 2017, sebanyak 1.467 keping dicetak reguler dari total 28.164 keping yang dicetak selama akhir tahun. 

Sisa blanko e KTP saat ini mencapai 5.850, namun yang belum dicetak 5.580 keping. “Bila Januari 2018 tuntas di cetak, maka sisa blanko e KTP sebanyak 270 keping. Sehingga perlu adanya pengusulan penambahan dari pusat,” ujarnya. 

Kemudian lanjut Efi Yandri, permasalah yang terjadi pada saat perekaman juga kerap terjadi, disebabkan ada warga yang merekam lebih dari satu kali. 

Kendala lainnya, tidak terlihat data saat merekam dan pihak operator terpaksa harus mengulangi kembali. Sehingga mengalami duplicate record atau data ganda saat perekaman berlangsung.

Jumlah data ganda tersebut mencapai 685 orang, dan yang telah di delet oleh dirjen Disdukcapil sekitar 187 orang. Dan warga tersebut sudah bisa merekam ulang kembali dan mendapatkan e KTP. 

“Masih ada sekitar 498 orang warga yang belum bisa mendapatkan e KTP, sebelum data ganda mereka di hapus pusat,” pungkasnya. 

Dia menyebutkan, selama 2017 daerah sulit yang sudah dijangkau Disdukcapil untuk perekaman keliling,  yakni Pinti Kayu Gadang, dan Pinti Kayu Ketek Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.  

Kemudian Lubuk Rasak Kecamatan Sangir dan Lubuk Ulang Aling Kecamatan Sangir Batang Hari. Serta Sungai Kunyit Barat,  Kecamatan Sangir Balai Janggo

Sedangkan peralatan perekaman yang mengalami kendala jaringan yakni di Kecamatan Sangir Batang Hari, sering lelet. 

“Dengan keterbatasan anggaran turun lapangan, sehingga masih banyak daerah sulit yang belum kita jangkau,” tandasnya. 

Sementara Sekretaris Disdukcapil, Yulianis menambahkan, cakupan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun di Solsel sebanyak 60.078 jiwa. Yang sudah memiliki akta kelahiran 41.609 jiwa dan yang belum memiliki akta sekitar 18.469 jiwa atau sekitar 69,25 persen. 

Kemudian penerbitan akta kelahiran dan kematian selama desember 2017. Jumlah angka kelahiran 10 jiwa dan penerbitan akta kelahiran 559 jiwa. Jumlah angka kematian 62 jiwa dan penerbitan angka kematian 38 jiwa. 

“Partisipasi nagari lewat jorong menyerahkan data kelahiran dan kematian sangat penting, sehingga memudahkan pihak dinas dalam menentukan jumlah yang belum terakomidir,” bebernya.  (Arun) 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kegiatan KI Sumbar Tuntas

Spiritsumbar.com, Padang – Menjadi lembaga penerima dana hibah sebesar Rp1,5 miliar pada Perubahan APBD Sumbar ...