Beranda - Pariwisata - Event - Layanan Terbaik untuk Kafilah MTQ

Layanan Terbaik untuk Kafilah MTQ

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Berpartisipasi aktif turut  mensukseskan pelaksanaan MTQ Sumbar ke 36, masyarakat Sawahlunto bersama Asosiasi Homestay berinisiatif menggelar penyambutan kedatangan rombongan Kafilah.
Seuntai kalungan bunga, anak daro cantik dan iringan musik talempong  serta senyum sapa masyarakat  menyambut kedatangan sekitar 100 orang kafilah Kabupaten Agam saat menjejakkan kakinya  di kawasan Tangsi Baru.

Pimpinan  kafilah H.Hendri, S.Ag. M.Pd. yang merupakan Kepala Kantor Kemenag Agam mendapat kalungan  medali  yang terbuat dari batubara dan kalungan bunga  saat penyambutan tersebut.

Sementara Asosiasi Homestay Sawahlunto Kamsri Benty mengatakan pengalungan tersebut sebagai ucapan selamat datang dari kami. Mudah-mudahan selama berada di Sawahlunto  mereka merasa nyaman seperti di rumah sendiri, dan tentunya akan meninggalkan kesan tersendiri, sehingga suatu saat akan terfikir untuk kembali mengunjungi Sawahlunto.

Penyambutan kafilah dengan suasana kehangatan tradisional  ternyata tidak hanya dilakukan masyarakat Tangsi Baru Kelurahan Tanah Lapang,  di Tangsi Gunung Kelurahan Air Dingin penyambutan kedatangan kafilah dilakukan dengan mempersembahkan Tari Galombang.

Bu Pong pemilik homestay Oma bersama beberapa pemilik homestay lainnya menyambut rombongan kafilah Bukittinggi dengan rasa kekeluargaan yang datang pada sabtu 7 November 2015. Usai penyambutan dan mengucapkan selamat datang, para ibu homestay memperkenalkan diri dan membawa para kafilah ke rumahnya masing-masing.
Lazada Indonesia
Di Sawahlunto selama pelaksanaan MTQ, para kafilah tidak menginap di gedung sekolah seperti MTQ sebelumnya, tetapi mereka diberi penginapan di homestay yang dikelola oleh masyarakat.  Tiap ibu homestay bertanggung jawab dalam penyediaan kasur, bantal, makan hingga sarana mandi cuci yang layak.

ERNI


Lazada Indonesia

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Momentum Harkitnas, Saatnya Kembali Bersatu

SPIRITSUMBAR.com – Lembaga  Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat melaksanakan upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ...