Beranda - Headline - Lantik Pimpinan Daerah, Muhayatul Minta Kader Amanah

Lantik Pimpinan Daerah, Muhayatul Minta Kader Amanah

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pariaman – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul melantik Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Pariaman, Sabtu (2/12/2017).

Dalam sambutan, Muhayatul, mengatakan sebagai organisasi otonom muhammadiyah, pemuda muhammadiyah adalah pemuda Islam yang menjalankan roda kepemimpinan dengan ciri gerakan amar makruf nahi mungkar. Dia mengajak semua kader untuk bergerak bekerja sama, bekerja iklas dalam membangun persyarikatan muhammadiyah ke depan.

“Pemuda muhammadiyah ini organisasi gerakan, makanya semua kader harus bergerak dan jangan ada yang diam saja tanpa aktivitas,” ujarnya.

Muhayatul sebagai ketua pimpinan wilayah pemuda muhammadiyah sumatera barat menghimbau kepada pimpinan daerah pemuda muhammadiyah yang baru saja dilantik, agar amanah dalam mengemban tugas dan penuh tanggung jawab.  Karena pemuda muhammadiyah adalah sebagai salah satu lumbung kader dan harus mampu menjalankan fungsi sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna cita cita muhammadiyah itu sendiri.

“Kemudian perlu juga saya sampaikan dan mohon ini di catat dalam memori khusus bahwa amanah yang di emban ini akan di pertanggungjawabkan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus di perhatikan khusus oleh pemuda muhammadiyah. Dia mengajak agar bisa di laksanakan dengan baik.

Tiga hal itu ujarnya, melakukan perkaderan rutin di tingkat pimpinan daerah, Karena ini adalah sangat penting dalam setiap organisasi agar fungsi organisasi dan proses regerasi bisa berjalan dengan baik. tanpa perkaderan pemuda muhammadiyah akan lumpuh dan tidak punya daya juang untuk menegakkan gerakan amar makruf nahi mungkar.

Berikutnya,  sebagai gerakan intelektual yang religius maka harus mampu melaksanakan pengajian & Pengkajian rutin. Sebab ini akan menjadi ruh gerakan dan menjadi pembeda pemuda muhammadiyah sebagai pemuda islam yang dalam melakukan gerakannya berpedoman kepada alquran dan sunnah.

Juga, sebagai gerakan ekonomi, sosial dan gerakan politik, pemuda muhammadiyah harus mampu memetakan potensi kader dengan baik. Hal ini sangat penting karena pemuda muhammadiyah harus tahu tentang potensi yang dimiliki. Juga,  dimana harus di tempatkan dan apa yang harus ditekuni untuk penunjang ekonomi individu dan ekonomi persyarikatan muhammadiyah itu sendiri. Potensi kader ini harus betul betul terpetakan agar penditribusian kader sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh masing masing kader.

Kemudian dari pada itu dalam hal politik, untuk menyongsong pemilu kada 2018 dan pileg 2019, pemuda muhammadiyah melalui TANWIR II di palangkaraya menghasilkan Khittah Kahayan yang diharapkan menjadi panduan bagi kaum muda indonesia untuk menjalankan strategi politiknya.

Khittah Kahayan ini penting untuk meninggikan standar akhlak politik bangsa di masa yang akan datang di tengah rendahnya akhlak politik saat ini, dimana segala cara dilakukan untuk merebut kekuasaan dan mengabaikan akhlak serta moral yang tinggi dalam hal berpolitik.

Khittah Kahayan ini memuat empat nilai Empat nilai akhlak politik kebangsaan yaitu Nilai Ketauhidan, yakni
Pemuda Muhammadiyah meyakini dengan sepenuh hati bahwa kekuasaan yang ada di tangan manusia adalah amanah dari Allah yang dipegilirkan bagi setiap manusia.

Kedua, Nilai Ubudiyah, Pada dasarnya tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana ditulis dalam Al Quran: “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (QS Adz Dzariyat 56)

Seluruh aktivitas kehudipan sebagai muslim adalah dalam rangka pengabdian/ibadah kepada Allah Swt. Termasuk di dalamnya kehidupan politik. Maka agar aktivitas politik kita dapat bernilai ibadah di sisi-Nya, aktivitas terebut harus dilandasi dengan nilai ubudiyah dan mampu memberikan kebaikan bagi bangsa dan negara.

Ketiga, Nilai Mashlahat, Tujuan bernegara adalah mewujudkan kemashlahatan dan kesejahteraan bagi kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Dalam al Quran, kesejahteraan itu tidak hanya dilihat dari kuantitas tapi juga keberkahan dari rezeki yang dilimpahkan Allah. Sedangkan rezki yang melimpah sekaligus diliputi keberkahan itu hanya dapat dituai dengan keimanan dan keberkahan.

Keempat, Nilai Dakwah. Pemuda Muhammadiyah memiliki identitas sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar sesuai dengan perintah QS Ali Imran 110. Apalagi perintah untuk amar maruf tersebut semakin ditegaskan kalau mendapat kekekuasaan sesuai QS Al Hajj 41 yang artinya. “(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Suporter Semen Padang FC tumpah saat menghadapi Kalteng Putra di match 6 Liga 2 (foto Saribulih)

Kalah dari Semen Padang FC, Kalteng Putra Ngamuk

Begitu babak kedua dimulai, Semen Padang kembali melakukan serangan bergelombang. Apalagi, target selisih 2 gol ...