Beranda - Berita Pilihan - Lakukan Langkah Ini Agar Terbebas DBD
Nyamuk Demam Berdarah - Foto: Dok/Spirit Sumbar
Nyamuk Demam Berdarah - Foto: Dok/Spirit Sumbar

Lakukan Langkah Ini Agar Terbebas DBD

Print Friendly, PDF & Email




Spirit Sumbar – Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) telah menjadi isu yang cukup meresahkan di tengah masyarakat kota Sawahlunto. Penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh gigitan nyamuk aedes agipty

Pemerintah sendiri sudah lama mengkampanyekan bahwa upaya yang paling efektif dan aman untuk mengurangi penyebaran penyakit DBD adalah dengan memberantas sarang nyamuk melalui upaya 3 M Plus (Menguras, Membersihkan, Menutup) tempat-tempat penampungan dan genangan air plus memakai obat nyamuk.

Kampanye 3 M ini sudah diperkenalkan kepada masyarakat mulai dari bangku sekolah hingga dalam kegiatan sosial masyarakat. Bahkan mungkin sangat jarang jika ada masyarakat yang tidak mengerti 3 M. Namun sudahkan 3 M ini dipraktekan oleh masyarakat ditengah kecemasan akan merebaknya DBD ?

Dr. Al Anshari Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan dari 137 rumah di kawasan perumahan Lembah Santur, 90 persen ada jentik nyamuk, nyamuk tersebut tidak hanya terdapat di tempat-tempat penampungan air umumnya, tetapi juga ditempat yang tidak terfikirkan seperti di dalam dispenser, belakang lemari es, pot bunga dan tempat yang berpotensi tergenang air.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim kesehatan di kawasan Perumahan Lembah Santur ini bisa jadi gambaran bahwa partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian DBD melalui praktek 3 M plus masih rendah, padahal kawasan tersebut dihuni oleh mayoritas kalangan PNS.

Jika di kawasan hunian PNS yang notabene adalah kalangan dengan tingkat hidup dan pendidikan yang terbilang baik ternyata tidak serius mendukung upaya pengendalian DBD, bagaimana dengan hunian masyarakat di kawasan lainnya.

Padahal praktek 3 M Plus adalah upaya yang paling efektif, paling murah dan paling tidak beresiko. Sementara Fogging atau pengasapan memang lebih popular, dan ‘dielu-elu’kan oleh masyarakat apabila ada yang terkena DBD. Padahal banyak efek samping dari asap fogging yang perlu kita ketahui karna mengganggu kesehatan, yaitu :

  1. Kandungan malathion dalam asap fogging bisa menjadi polutan yang dapat mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah setelah pelaksanaan fogging, polutan tersebut tentunya dapat mengganggu kesehatan warga baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu pada saat akan dilakukan penyemprotan warga diimbau untuk menutup rapat-rapat makanan, air minum, air mandi, piring, gelas, sendok dsb.

Banyaknya warga yang tidak mau keluar atau menjauh dari penyemprot bahkan anak-anak malah menonton dan mengikuti penyemprot yang dapat membahayakan pernafasan mereka.

Kandungan malathion pada asap fogging dapat menyebabkan kelainan saluran cerna (gastrointestinal) dan bagi wanita hamil yang terpapar malathion resiko kelainan gastrointestinal pada anaknya 2,5 kali lebih besar.

Paparan malathion juga mengakibatkan leukemia pada anak-anak. Aplastik anemia, gagal ginjal dan defek pada bayi baru lahir, juga berperan dalam kerusakan gen dan kromosom, kerusakan paru serta penurunan system kekebalan tubuh.

Dalam sebuah Penelitian juga menyimpulkan malathion mempunyai peran terhadap 28 gangguan kesehatan pada manusia, mulai dari gangguan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak.

Selain itu pelaksanaan fogging salah satu penyebab terjadinya GLOBAL WARMING

Sebagai warga yang baik…akankah kita memasukkan racun di rumah sendiri.Tanpa Fogging kita masih bisa mengendalikan DBD yaitu dengan PSN 3M PLUS.

ERNI

Lebih Lengkap: baca The Public Edisi 9/Th. III/13-19 Januari 2016

(Terbit Setiap Senin)

Cover The Public
Cover The Public

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Apresiasi untuk Sumbar, Raih KASN 2018

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima Anugrah Komisi Aparatur Sipil Negara (KSAN) Tahun 2018 ...