Beranda - Bisnis - Laba Rp 724,1 Juta, Manajemen KPN Balaikota Padang Panjang Dirubah

Laba Rp 724,1 Juta, Manajemen KPN Balaikota Padang Panjang Dirubah

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Laba bersih Rp 724,1 juta. Itulah hasil usaha (SHU) Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Balaikota Padang Panjang pada 2018 sesuai RAT di Balaikota setempat, Kamis (28/2/2019).

Itu pula keberhasilan setahun pertama perubahan sistemnya dari koperasi pola konvensional ke syariah.

SHU sebesar Rp 724,1 juta itu, seperti terungkap dari laporan Ketua KPN Balaikota Padang Panjang, Yonasril pada RAT (Rapat Anggota Tahunan) 2018 yang dibuka oleh Walikota Fadly Amran, adalah total pendapatan Rp 1,939 milyar dipotong total biaya Rp 1,173 miliar, plus pajak dan zakat Rp 42,1 juta.

Pendapatan sekitar Rp 1,9 miliar tadi terdiri pendapatan dari toko Rp 131,5 juta, margin pembiayaan murabahah biasa Rp707,2 juta, margin pembiayaan murabahah multiguna Rp 805,5 juta.

Selanjutnya, jasa BKE 240,6 juta, jasa administrasi pinjaman 33,9 juta, deviden PKP-RI Rp 5 juta, sewa toko di pasar Rp 10,2 juta, dan hadiah KPN berprestasi Rp 5,1 juta.

Sedang total beban biaya Rp 1,173 miliar terdiri biaya operasional (sebanyak 8 jenis ) sebesar Rp 275,8 juta, biaya kantor (6) Rp 22,3 juta, biaya umum (9) Rp 794,9 juta, operasi toko (2) Rp 27,1 juta, dan biaya penyusutan (5) Rp 52,6 juta.

Di kelompok biaya operasional, 3 jenis di antaranya adalah gaji karyawan-SP Rp 82,8 juta, gaji karyawan toko Rp 75 juta, dan biaya rapat anggota Rp 49,1 juta. Pada kelompok biaya umum, yang terbesar untuk margin pinjaman pada BKE Rp 393,2 juta, dan biaya tunjangan hari raya (THR) Rp 360 juta.

Terkait rencana kegiatan (RK) pada 2019 ini terdapat 14 RK dengan rencana biaya sekitar Rp 219 juta. Bentuk rencana kegiatan antara lain bimbingan tehnik (Bimtek) untuk anggota dan pengurus Rp 60 juta, pembuatan meja resepsionis/front office/sekat ruangan Rp 35 juta, dan pengadaan CCTV Rp 25 juta.

Sebagai informasi, KPN Balaikota Padang Panjang berdiri 31 Oktober 1969. Itu ditandai pemberian kuasa kepada Razali, Ramayulis dan Joesdi (pegawai Balaikota Padang Panjang) dari hasil rapat untuk membentuk koperasi dengan nama Perkumpulan Koperasi Pegawai Negeri Karyawan Balaikota Padang Panjang.

Koperasi itu kemudian disahkan berdiri setelah keluar badan hukumnya No.742/BH-XVII pada 15 Mei 1972 dari Direktorat Koperasi Provinsi Sumatera Barat. Sebagai kantor koperasi awalnya di Balaikota tersebut, waktu itu di lokasi gedung PDAM, dekat pertigaan jalan raya Padang – Bukittinggi/Solok pusat kota Padang Panjang kini.

Pada 1980-an, seperti diketahui koperasi yang sudah ganti nama jadi Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Balaikota ini berhasil membangun gedung (2 lantai) sendiri di Silaiang Ateh, dekat simpang tiga jalan raya ke Padang. Lanta-II sebagai kantor, Lantai-I sebagai toko (yang belakangan jadi minimakret dengan nama KPN Mart).

Inovasi lain, KPN di era pengurus Ketua Yonasril, Sekretaris Rimanita Erizon, Bendahara Romi Prasetya dan Badan Pengawas terdiri Mastoti (Ketua), anggota Eliza Dewi dan Yonhendril (anggota). Itu sesuai hasil rapat pengurus bersama anggota merubah pola pengelolaannya dari konvensional ke syariah.(yetti harni)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dalam Satu Malam, Dua Pengedar Narkoba Diciduk Polres Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam anggota Satuan Resnarkoba Polres Dharmasraya, mengamankan dua orang yang ...