Beranda - Headline - Kuranji Siap Gantikan Koto Tangah Jawara Minangkabau Cup II

Kuranji Siap Gantikan Koto Tangah Jawara Minangkabau Cup II

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Beban besar bakal dipikul Kuranji dalam menghadapi babak 8 Besar Minangkabau Cup II tahun 2018/2019.

Tampil sebagai juara zona Kota Padang, Kuranji bakal menggantikan tugas Koto Tangah yang berhasil menjuarai IGC 2016 dan Minangkabau Cup I tahun 2017.

Hal tersebut, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain dan official Kuranji.

“Target kami jelas, yakni juara dalam turnamen ini. Apalagi, semua komponen masyarakat mendukung Tim Kuranji sebagai juara,” ujar Sekretaris Tim Kuranji, Rudini saat dihubungi melalui selulernya, Jumat, 8 Maret 2019 sore.

Rasa optimis Rudini bukan tanpa alasan. Setelah menjuarai zona Padang, Tim Kuranji terus memperlihatkan trend positif.

Di babak 35 besar, Kecamatan Kuranji memang mengalami kesulitan. Namun, pertandingan akhir berhasil menyelamatkan Kuranji untuk lolos ke fase 16 Besar dengan status Runner up.

“Di pertandingan 35 besar, kami kehilangan Ifan Khairun Siddiq yang harus melanjutkan pendidikan. Namun, saat ini salah satu top skor Kuranji itu sudah kembali dan bergabung bersama rekan-rekannya di 8 besar,” ujarnya.

Optimis Tim akan semakin berlipat ganda,karena mendapat dukungan penuh dari Manajer tim yang juga Ketua FKAN Pauh IX Kuranji, Evi Yendri Dt. Rajo Budiman dan Camat Kuranji.

“Tim ini, baru saja dilepas oleh camat untuk berlaga di Sungayang. Ini suatu dukungan yang luar biasa. Kami yakin, masyarakat  dan Pemerintah Kota Padang akan memberikan dukungan pada kami. Kuranji saat ini mewakili Kota Padang dan siap untuk menggapai juara,” ujarnya.

Di 8 Besar, Kecamatan Kuranji  sebagai Runner up Grup L akan bergabung di Grup N bersama tuan rumah Guguak (Runner up Grup I), Akabiluru (Juara Grup J) dan V Koto Kampung Dalam (Runner up Grup K). Grup N  akan bertanding di Gelora Bakti, Tanjung Pati, Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. (Salih)

 

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kepala LPMP Sumatera Barat Berganti Tempat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melantik 136 pejabat dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ...