Beranda - Pariwisata - Event - Khitan, Ini Upaya Para Bocah Hilangkan Rasa Sakit
Wakil Ketua I Baznas Kota Padang, H. Syafriadi Autid bersama staf Yayasan UPI YPTK, Sofika Enggari meninjau peserta khitan di Klinik Rahmatan Lil Alamin UPI (foto Salih)
Wakil Ketua I Baznas Kota Padang, H. Syafriadi Autid bersama staf Yayasan UPI YPTK, Sofika Enggari meninjau peserta khitan di Klinik Rahmatan Lil Alamin UPI (foto Salih)

Khitan, Ini Upaya Para Bocah Hilangkan Rasa Sakit

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar khitan massal, sejak Ahad, 22 Desember 2019 sampai Ahad, 29 Desember 2019.

Sebanyak 1.500 anak di khitan di empat lokasi, di Kantor Baznas Sungai Sapih, Klinik Rahmatan Lil Alamin Universitas Putra Indonesia (UPI) Lubuk Begalung, Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh dan Puskesmas Bungus Teluk Kabung.

Wakil Ketua Baznas Kota Padang, H. Syafriadi Autid mengatakan khitan yang digelar ini merupakan tahun kelima. “Untuk tahun ini ditargetkan 1500 anak menyebar pada empat lokasi,” ujarnya pada spiritsumbar.com usai pembukaan di Klinik Rahmatan Lil Alamin, Kampus UPI YPTK Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (24/12/2019).

Baca : Baznas Padang Sunat 1.500 Bocah



Khitanan ujarnya, diperuntukkan pada semua masyarakat Kota Padang. “Kita tidak membatasi dari golongan masyarakat, apakah kaya atau kurang mampu. Namun, prioritas utama tetap dari masyarakat kurang mampu dan disabilities,” ujarnya.

Artikel Lainnya

loading…


Dari pantauan SpiritSumbar.com di Klinik Rahmatan Lil Alamin, berbagai polah dari para bocah saat dikhitan. Ada yang histeris dari awal sampai akhir khitan dan ada juga yang mengalihkan perhatian dengan bermain handphone.

Suatu hal menarik, ada beberapa anak yang melupakan rasa sakit dengan melakukan hafalan (tahfidz) Al Quran. Malahan mereka sangat fokus melantunkan Surat An-Naba’, An-Nazi’at, ‘Abasa, At-Takwir, Al-Infitar dan Al-Muthaffifiin.

Lucunya, begitu rasa sakit mendera, lantunan bacaannya juga semakin keras. Malahan, kadangkala berubah jadi pekikan dengan tetap melanjutkan bacaannya.

Pelaksanaan khitan sampai hari kedua berjalan dengan baik dan sukses. Walau begitu, perlu juga masukan untuk panitia, agar merubah pola pemanggilan peserta ke ruang tunggu. “Ada peserta yang sudah siap untuk di khitan, membatalkan niatnya. Lantaran terlalu lama menunggu dalam ruangan,” ujar salah seorang ibu peserta khitan, yang enggan ditulis namanya.

“Peserta cukup menunggu di luar, agar mereka tidak stress mendengar peserta yang sedang khitan. Malahan ada beberapa peserta ketakutan, lantaran mendengarkan peserta yang sedang khitan histeris. Pada akhirnya, mereka enggan untuk di khitan,” ujarnya. (Salih)




 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Gerindra Dharmasraya Putus Rantai Covid-19 Dengan Disinfektan

Spiritsumbar.com, Dharmasraya – Mengatisipasi dan memutus mata rantai Corona Virus Disease (Covid 19), DPC Gerindra ...