Beranda - Berita Pilihan - Keterlaluan, PT GMP Buang Limbah Secara Langsung ke Aliran Sungai

Keterlaluan, PT GMP Buang Limbah Secara Langsung ke Aliran Sungai

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Perusahaan Perkebunan, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dituntut patuh dan taat terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Juga, Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

Namun tampaknya tidak bagi perusahaan group Wilmar di Kabupaten Pasaman Barat yang membuang limbah cair secara langsung ke aliran atau anak sungai.

Hal itu terpantau oleh beberapa awak media bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Topan Perwakilan Pasbar pada Sabtu tanggal 21 Maret 2020.

Tim LSM TOPAN RI Perwakilan Pasbar didampingi beberapa awak media di areal Pabrik Kelapa Sawit PT.Gresindo Minang Plantation (Wilmar Group) Tanjung Pangkal menemukan aliran limbah cair yang berasal dari Pabrik Pengolah Kelapa Sawit (PKS) PT.Gresindo Minang Plantation (GMP).



Baca : Diduga Limbah Pabrik, Ribuan Ikan Larangan Mati di Kinali

Artikel Lainnya

loading…


Limbah cair hasil rebusan TBS atau yang berasal dari WTP dibuang bebas melalui parit yang mengalir hingga ke alur parit yang bermuara ke anak sungai dalam areal kebun milik Perusahaan.

Di Lokasi Aliran Parit cacing yang dialiri limbah cair ditemukan pipa berdiameter besar sebanyak 3 buah mengaliri limbah pabrik tampa masuk ke IPAL Perusahaan. Sedangkan air yang dialiri ke parit tersebut berwarna kuning keruh bercampur minyak. Begitu juga, bau yang ditimbulkan sangat busuk dan menyengat.

Baca : Salahgunakan Narkoba, Is Diciduk Jajaran Polsek Kinali

Di titik lokasi yang berbeda, tepatnya bagian belakang Pabrik sekitar 200 meter dari pembuangan tumpukan Janjang Kosong (Jankos) Tandan Buah Segar (TBS) ditemukan parit berukuran kecil. Parit ini dialiri air berwarna hitam keruh mengalir bebas menuju parit yang dibuat perusahaan dengan aliran menuju anak sungai bagian hilirnya.

Sementara, bekas alur pembuangan limbah terlihat tanda ketinggian yang menempel pada tumbuh – tumbuhan yang ada di dalam parit tersebut.

Baca : Kapolres Pasbar Buka Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup 2020

Saat dikonfirmasi, Humas PT.Gresindo Minang Plantation (GMP) Renaldi melalui pesan Whatshaap pribadinya seperti enggan mengomentari. Malahan, dia tegaskan tidak ada masalah dengan limbah di Pabrik Kelapa Sawit. Namun, saat ditanya izin IPLC yang di terbitkan Pemda Pasbar untuk perusahaan PT. GMP, Renaldi tidak membalas chat pesan Whatshaap tersebut.

LSM TOPAN RI perwakilan Pasbar Arwin Lubis mengaku pihak perusahaan sudah sangat keterlaluan. Apalagi, perusahaan ini diduga tidak memiliki izin resmi dari pemerintah.

Baca : Ini Daftar Propinsi yang Telah Terpapar Virus Corona

“Ini dapat dijerat dan diancam dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3),” ujarnya.

Dia berjanji akan melaporkan perusahaan tersebut ke pihak yang berwajib.(Buyung)



 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wali Kota Padang Mahyeldi saat memimpin rapat penanggulangan Covid-19 di Kantor BPBD Kota Padang

Pemko Padang Segera Bagikan Bantuan pada Warga Terdampak Covid-19

SpiritSumbar.com, Padang – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak virus corona atau corona ...