Minggu , 18 November 2018
Beranda - Foto - Keroyok Wasit, Sepakbola Indonesia Kembali Ternoda
Pemain PSDS Deli Serdang terus mengejar wasit, Roissudin

Keroyok Wasit, Sepakbola Indonesia Kembali Ternoda

Print Friendly, PDF & Email

Setelah keributan mereda, panitia pertandingan kemudian melanjutkan pertandingan. Namun, kubu PSDS tidak mau melanjutkan laga, jika penalti tetap diberikan kepada Solok FC. Akhirnya, laga yang tersisa 3 menit di waktu normal tersebut tidak dilanjutkan.

Sebelumnya : Liga 3, Pemain PSDS Keroyok Wasit

Match Commisioner Husni Buaiti Rozak, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan PSDS tersebut merupakan tindakan pemogokan. Husni menegaskan bahwa hasil laga dan insiden tersebut akan dilaporkan ke PSSI. Mengenai hasil laga dan siapa yang berhak lolos ke babak 32 besar Liga 3 Nasional, tergantung keputusan dari PSSI.

“Ini merupakan pemogokan. Karena PSDS tidak mau melanjutkan pertandingan di menit ke-87. Kita akan melaporkan bahwa laga berlangsung hingga menit ke-87 dan PSDS tidak mau melanjutkan laga. Siapa pemenang laga dan tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya, tergantung keputusan PSSI,” katanya.

Sementara itu,manajer Solok FC Hendra Faizon menyatakan pihaknya menunggu keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI. Menurut penilaiannya, sepanjang laga, PSDS bermain negatif, dengan permainan kasar. Ia juga mengatakan dirinya, tidak mau mengomentari insiden dan sikap PSDS yang tidak mau melanjutkan pertandingan.

”Insiden tersebut antara pemain PSDS dengan wasit. Apapun keputusan wasit, kita tidak mau berkomentar. Karena itu adalah hak mutlak wasit sebagai pengadil di lapangan. Jadi kita tunggu saja hasil investigasi Komisi Disiplin PSSI dan laporan lengkap pertandingan beberapa hari lagi,” jelasnya.

Tonton Video : Ricuh Liga 3, Solok FC vs PSDS Deli Serdang

Manajer PSDS Deli Serdang,H. Juniman, menegaskan pihaknya tidak mundur dari pertandingan. Tapi, dirinya menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima keputusan wasit.

Sangat berbeda antara mundur atau walk out (WO) dengan tidak menerima keputusan wasit. Kami protes, tapi tidak meninggalkan lapangan. Kami bersedia melanjutkan pertandingan, asal penalti tidak diberikan,” tegasnya.

Lebih jauh,Juniman mengatakankan pihaknya ingin insiden tersebut bisa dikatakan terjadi force majeur. Juniman mengklaim, tidak terjadi sentuhan pelanggaran oleh Jerry Rosi Sahputra Purba terhadap Sahrul Akmal. Karena itu, pihaknya tidak terima keputusan wasit.

“Kita mau melanjutkan pertandingan, asal hukuman penalti tidak diberikan. Kita tidak WO, karena kalau WO, itu artinya kita menerima kalah 0-3,” tukasnya. (eri)

Halaman

[ 1 ]   [ 2 ]

 

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...