Beranda - Pendidikan - Artikel - Kerjasama di Kelas Rendah

Kerjasama di Kelas Rendah

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Rendra Suryani (SDN.20 Sinapa Piliang Kota Solok)

Selamat pagi anak ibu……mana topinya sayang? tinggal di rumah bu guru.

Itu sebuah percakapan yang terdengar antara seorang guru sekolah dasar kelas rendah dengan siswanya di pagi hari sebelum masuk ke kelas untuk memulai pembelajaran jam pertama.

Kenapa hal itu dilakukan, karena tugas seorang guru tidak hanya memberikan pelajaran, tetapi juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Pengawas Sekolah, dan Kepala Sekolah.

Dari cerita diatas dapatlah kita ambil hikmahnya, bahwasanya untuk menanamkan nilai-nilai disiplin sangat diperlukan sekali kerjasama antara guru di sekolah dengan orang tua siswa di rumah. Apalagi bagi siswa yang masih berada di kelas rendah.

Siswa kelas rendah yakni siswa kelas 1,2,3 sekolah dasar pada umumnya belum bisa mengurus dirinya sendiri. Untuk itu sangat diperlukan sekali perhatian dari orang tuannya sebelum berangkat ke sekolah.

Untuk menjembatani penanaman nilai sikap dan akademik siswa, diperlukanlah buku penghubung antara sekolah dengan orang tua. Melalui buku penghubung tersebut orang tua dan guru bisa berkomunikasi.

Orang tua jangan hanya menyerahkan bulat-bulat tugas mendidik kepada guru di sekolah. Harus secara bersama-sama mengontrolnya, karena waktu siswa dengan orang tua jauh lebih banyak dengan orang tua di rumah dibandingkan dengan waktu siswa dengan gurunya di sekolah.

Disiplin merupakan salah satu dari nilai-nilai karakter, masih banyak lagi nilai-nilai karakter yang harus kita tanamkan secara bersama-sama sejak usia dini kepada siswa seperti kejujuran, tangggung jawab, kerjasama, peduli, santun, percaya diri, dan lain sebagainya.

Pendidikan karakter harus ditanamkan kepada siswa sedini mungkin. Dalam mengimplementasikannya harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik-integratif agar dimasa emas perkembangan anak mendapatkan stimulasi yang utuh, untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kalaulah dari usia dini tidak secara bersama-sama kita perhatikan, tentu setelah mereka dewasa akan sulit untuk merubahnya. Ibarat kata pepatah minang “ dek ketek taranjo-ranjo lah gadang tabao-bao, lah tuo tarubah tidak ka mati jadi parangai”.

Untuk itu sangat diperlukan sekali kerjasama antara guru di sekolah dengan orang tua siswa untuk menanamkan nilai-nilai karakter, terutama pada siswa yang berada di kelas rendah.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PR DPD RI, Masih Ada Daerah yang Merasa Belum Merdeka

SPIRITSUMBAR.com, Yogyakarta – Habib Zakaria Bahasyim memberikan dukungan kepada GKR Hemas agar menjadikan Dewan Perwakilan ...