Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepala Sekolah Milenial

Kepala Sekolah Milenial

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Donni Saputra (Kepala SDN 12 Api-Api Kec. Bayang Pesisir Selatan)

Apakah anda lahir awal 1980-an hingga awal 2000-an, dan sudah menjadi kepala sekolah. Kalau iya berarti anda kepala sekolah milenial. Anda adalah kepala sekolah yang beruntung karena di zaman anda ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang dengan pesat.

Kepala sekolah milenial harus punya komitmen untuk memenej sekolahnya secara profesiona. Selain itu juga harus punya tekad untuk mengadakan perubahan di sekolah yang dipimpinnya, sehingga dunia pendidikan bisa berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi.


Saat ini, tidak ada yang sulit untuk diplakukan oleh seorang kepala sekolah untuk kemajuan sekolah yang dipimpinnya. Semua itu tergantuang pada kemauan dan energi yang dimiliki kepala sekolah dalam melakukan semua itu, karena pemerintah telah memberikan wewenang seluas-luasnya untuk berkreasi sesuai dengan konsep MBS (Manajemen Berbasi Sekolah).

Seorang kepala sekolah harus bisa membaca kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang dimiliki sekolahnya. Hal ini akan menjadi dasar untuk menentukan tujuan yang akan dicapai oleh sekolahnya ke depan. Kepala sekolah milenial harus menjadi kepala sekolah yang mampu membuat terobosan-terobosan baru dalam memajukan sekolah yang dipimpinnya.

loading…


Ada beberapa ciri khas kepala sekolah milenial, yang pertama adalah sudah memiliki handphone genggam atau android. Ini merupakan alat dan kebutuhan utama yang secara secara terus menerus harus aktif dalam mencari dan menerima informasi.

Kedua, memiliki pengetahuan tentang dunia IT (Informasi Teknologi). Ini merupakan nilai tambah kepala sekolah milenial saat ini. Kepala sekolah akan dapat berselancar di dunia maya untuk mencari berbagai macam informasi terbaru yang berhubungan dengan kemajuan dunia pendidikan.

Kepala sekolah akan dapat mencari metode-metode terbaru dalam mengajar untuk kepentingan guru-gurunya, sehingga pembelajaran yang disuguhkan kepada peserta didiknya bisa lebih menyenangkan. Demikian juga dengan media pembelajaran yang menarik minat siswa, sehingga proses belajar mengajar tidak memaksa siswa untuk belajar, tetapi kemauan siswa sendiri untuk belajar.

Ketiga, memiliki komputer/laptop. Saat ini, Laptop tidak lagi menjadi barang mewah, Laptop merupakan kebutuhan bagi seorang kepala sekolah milenial. Karena laporan dan administrasi kepala sekolah semua bisa dikerjakan dengan menggunakan computer. Termasuk juga dengan laporan yang akan dikirim, bisa lebih cepat proses pengirimannya berupa soft copy yang dikirim secara online.

Keempat, memiliki akun media sosial seperti: facebook, instagram, twitter, dan yang lainnya. Melalui sarana ini, sorang kepala sekolah milenial bisa meng-upload setiap kegiatan yang dilakukannya, seperti : sedang seminar siaran langsung, sedang makan ditepi pantai dengan guru, sedang mengikuti rapat, dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa dibagikan kepada pihak lain yang berkepentingan.

Kelima, memiliki kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat dan dapat mengendarainya sendiri. Kendaraan ini merupakan penunjang tugas kepala sekolah melenial, sehingga dalam melakukan tugasnya tidak ada hambatan dalam bentuk transportasi dalam segala medan dan cuaca. Seorang kepala sekolah bisa cepat sampai di tempat yang dituju dengan biaya yang relative lebih murah.

Selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu diingat dan disikapi secara arif oleh kepala sekolah milenial. Pertama, dari segi umur kepala sekolah milenial dapat dikatakan masih berusia muda, dan memimpin guru yang kadang kala seumur dengan orang tua, atau kakaknya.

Menjadi pemimpin dari suatu lembaga dengan usia yang masih muda, akan menjadi tantangan tersendiri, karena masih memiliki emosional yang belum matang. Rasa egoisme masih tinggi.
Ini merupakan tantangan tersendiri, jika kepala sekolah milenial bisa menyikapi dan memberdayakan mereka secara optimal akan menjadi peluang yang bagus untuk memajukan sekolahnya.

Jika tidak, maka ini akan menjadi bumerang yang akan menghancurkan karir kepala sekolah milenial itu sendiri.
Kedua, pangkat/golongan. Saat ini kepala sekolah milenial paling tinggi golongannya adalah IV/a bahkan mungkin IV/a ke bawah. Sementara guru yang dipimpinnya sudah memiliki golongan IV/b. secara psikologis ini akan menjadi suatu beban bagi kepala sekolah milenial dalam menjalankan tugas sehari-hari.




Jika tidak bisa mengendalikan dan menempatkan diri dalam melakukan tugas sehari-hari, akan menjadi beban yang berat, karena memimpin orang yang golongannya lebih tinggi dan umur yang lebih tua dari diri kepala sekolah milenial.

Tapi yang jelas, menjadi pemimpin tidaklah mudah, oleh sebab itu punya keahlian dalam bidang manajemen. Mari jadikan guru dan karyawan sebagai mitra kerja. Memiliki kemampuan melengkapi seluruh administrasi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap atasan. Begitulah kepala sekolah milenial.

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rapat Pleno Komite I DPD RI usulkan Pansus Papua (foto ist)

Teras Narang : Kasus Papua Tidak Bisa Hanya Dengan Pendekatan Militer

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Kerusuhan Wamena telah menimbulkan trauma mendalam bagi para pendatang. Malahan, sebagian besar ...