Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepala Sekolah Idola

Kepala Sekolah Idola

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Donni Saputra  ( Kepala SDN. 12 Api Api Kecamatan Bayang Pesisir Selatan)

Menjadi kepala sekolah idola di sini maksudnya bukan kepala sekolah yang menjadi panutan bagi seluruh stakeholder yang ada disekolah tersebut.  Tetapi maksud idola disini adalah singkatan dari indak ado nan lamak artinya kepala sekolah yang jauh dari rasa nyaman, jauh dari motivasi dan jauh dari usaha-usaha mencapai tujuan pendidikan.

Jika ini terjadi pada suatu sekolah, sudah dapat dipastikan bahwa apapun kebijakan yang dibuat oleh kepala sekolah, tidak akan berjalan sesuai rencana, karena keberadaan seorang kepala sekolah harus bisa menciptakan rasa nyaman, tentram, dan motivasi, saling kerja sama. Sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik

Karena antara kepala sekolah dengan guru dan stakeholder yang ada disekolah seperti mata rantai, saling sambung menyambung, saling tolong menolong dan saling melengkapi, bila satu mata rantai yang rusak, maka rantai yang lain tidak bisa jalan.

Banyak hal yang menjadikan seseorang menjadi kepala sekolah idola, yang pertama adalah bagaimana seorang kepala sekolah melakukan pembinaan terhadap guru yang melakukan kesalahan. Jika kepala sekolah tersebut langsung memarahi guru tersebut didepan orang banyak atau guru yang lain, maka akan muncul perlawanan dari diri siguru, karena siguru sudah merasa dipermalukan didepan guru yang lain.

Yang kedua adalah berlaku tidak adil atau membeda bedakan guru di sekolah. Perlu diingat bahwa guru yang berada disekolah adalah pelaku utama menyampaikan pembelajaran, jika mereka dilakukan seperti ini, maka ada rasa tidak nyaman berada di sekolah. Rasa tidak nyaman akan mempengaruhi guru tersebut dalam proses belajar mengajar.

Selanjutnya adalah kepala sekolah selalu benar atau egois. Tidak ada manuasia yang paling benar dimuka bumi ini, maka jika kepala sekolah memang melakukan kesalahan atau tidak benar, akui kesalahan itu secara jentelmen, jangan berusaha bertahan dengan kesalahan yang telah dilakukan
Ke empat yaitu kepala sekolah yang berkata kasar, tidak ada seorangpun yang mau dikasari , baik dengan kata kata maupun dengan perbuatan, jika kepala sekolah sering berkata kasar kepada guru dan seluruh stakeholder yang ada disekolah , maka keberadaan kepala sekolah itu akan membuat suasana tidak nyaman, perlu di ingat sekolah adalah tempat mengajar dan mendidik.

Kelima adalah kepala sekolah yang tidak mau bermusyawarah dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, dia menganggab keputusan yang dibuat mutlak harus dilaksanakan, padahal musyawarah adalah salah satu bentuk memecahkan masalah, dan masalah yang ada bisa diatasi dan dicarikan jalan keluarnya.

Ke enam yakni kepala sekolah yang membawah masalah di rumah kesekolah, dan menjadikan guru sebagai pelanpiasan kekesalan hati. Jika ini terjadi komunikasi antara kepala sekolah dan guru tidak akan baik, maka akibatnya adalah keberadaan kepala sekolah disekolah akan menjadi tidak menyenangkan.

Ketujuh adalah kepala sekolah siluman, kadang muncul pagi-pagi, ketika guru dan siswa mulai melaksanakan proses belajar mengajar, kepala sekolah menghilang, tanpa memberitahu guru atau operator, kemana pergi kepala sekolah. Kadang muncul disekolah tetangga, ngerumpi. Keesokan harinya muncul siang menjelang pulang.

Padahal kalau diperhatikan waktu yang tersedia atau jam wajib seorang ASN yakni 37,5 jam, tidaklah cukup untuk mengerjakan administrasi seorang kepala sekolah, kepala sekolah sebagai manajer mempunyai pekerjaan yang amat berat dan banyak, kadang kala karena waktu tidak cukup, kepala sekolah membawa pekerjaan pulang ke rumah.

Hindari menjadi kepala sekolah idola, ciptakan rasa nyaman, saling melengkapi satu sama lain, jangan malu seorang kepala sekolah berbagi masalah dengan teman guru yang berada disekolah, dan jangan malu bertanya kepada guru, bila guru tersebut mempunyai kemampuan lebih dari kepala sekolah, berdayakan guru yang mempunyai kemampuan lebih, sehingga beban manajerial yang kita pikul dapat menjadi ringan.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pembangunan Daerah (PPD) Peringkat I Kategori Perencanaan dan Pencapaian Tingkat Kabupaten

Tanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional

SPIRITSUMBAR.com – Sejarah besar ditorehkan Kabupaten Tanah Datar di awal bulan suci Ramadhan 1440 H. ...