Minggu , 18 November 2018
Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepala Sekolah di Era ICT

Kepala Sekolah di Era ICT

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Donni Saputra (Kepala SDN. 12 Api-Api Kecamatan Bayang Pesisir Selatan)

Menjadi kepala sekolah tentu melalui seleksi oleh pihak yang berkompeten dan sesuai dengan syarat yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.  Yakni, untuk diangkat sebagai kepala sekolah/madrasah, seseorang wajib memenuhi standar kepala sekolah/madrasah yang berlaku nasional.

Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut: a)  Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi,

b) Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun; c)  Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan d) Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.

Selain memenuhi kualifikasi untuk menjadi kepala sekolah atau menjadi seorang calon kepala sekolah harus memiliki kompetensi, yang terdiri dari: a)  Kepribadian; b) Manajerial; c)  Kewirausahaan; d)  Supervisi; e)  Sosial.

Dari kelima kompetensi tersebut mau tidak mau para kepala sekolah harus memilikinya. Kalau ingin sekolah yang di pimpinnya itu berhasil sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah. Dalam mencapai tujuan pendidikan yang diamanatkan dalam undang undang dasar 1945.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini, kemampuan dan keahlian kepala sekolah mau tidak mau, harus mengikuti perkembangan tersebut. Salah satu adalah kemampuan menggunakan ICT atau computer.

Tidak semua kepala sekolah mempunyai kemampuan menggunakan ICT tersebut. Mereka lebih banyak hanya mengandalkan operator. Maka adakalanya yang harus dikerjakan sendiri oleh kepala sekolah dikerjakan oleh operator sekolah, seperti penilaian kinerja guru atau PKG yang menggunakan aplikasi PKG.

Rasanya kurang tepat, apabila penilaian kinerja guru dikerjakan oleh operator sekolah, karena dari 14 kompetensi yang dinilai operator sekolah kurang mengerti atau tidak mengerti sama sekali indikator penunjang kompetensi tersebut.  Sehingga apabila dipaksakan juga maka, nilai PKG guru tersebut tidak tepat atau kurang akurat, sebagai akibat dari kesalahan itu nilai angka kreditnya akan asal-asalan.

Contoh lain dari penggunaan ICT adalah dapodik sekolah. Dapodik sekolah adalah rohnya sebuah sekolah, seluruh data dan pengembangan sekolah dapat dilihat oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Pemberian bantuan sekolah juga berdasarkan dapodik sekolah. Jika seorang kepala sekolah tidak mampu menggunakan atau mengoperasikan ICT atau computer maka ada kemungkinan kepala sekolah akan dikibuli oleh operator sekolah

Bukan berburuk sangka kepada operator sekolah, tetapi hal itu bisa saja terjadi, oleh karena itu niatkan diri bagi kepala sekolah yang belum mengerti menggunakan ICT atau computer jangan malu untuk belajar. Karena orang bijak mengatakan belajar sepanjang hayat , apabila tidak ada niat untuk belajar jangan paksakan diri untuk menjadi kepala sekolah, itu sama saja dengan menyiksa diri sendiri, karena sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya tidak akan memuaskan.

Diera serba computer atau digital ini, kepala sekolah harus mampu mengimbanginya, kalau ingin sekolah yang dipimpinnya itu dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan

Pemerintah sudah begitu banyak mengeluarkan dana untuk pengembangan pendidikan, supaya pendidikan bangsa yang kita cintai ini dapat meningkat, dan tidak dijajah lagi oleh bangsa lain.

PTcidak ada salahnya para kepala sekolaxh bersemangat dan menyinsingkan lengan baju. Sehingga bersinergi dengan kenginan pemerintah dan seluruh rakyat indonesia.

Kemajuan teknologi tidak bisa dibendung, maka harus diikuti dan sesuaikan dengan kebutuhan untuk mengembangkan dunia pendidikan, berusaha memanfaatkan ICT yang semakin canggih ini untuk mengembangkan lembaga yang kita pimpin, jangan ditakuti tetapi harus dipelajari.

Sangat banyak manfaan yang akan diadapat oleh kepala sekolah apabila mampu menggunakan ICT diantaranya adalah : a) Dapat berbagi informasi dan hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain, b) Dapat memberi layanan yang lebih baik kepada para peserta didik, d) Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh. e) Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan  buku, dan banyak lagi hal yang positif yang akan didapat.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...