Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepala Sekolah Dalam Pendidikan Karakter

Kepala Sekolah Dalam Pendidikan Karakter

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Donni Saputra (Kepala SDN 12 Api-Api Kec Bayang Pesisir Selatan)

Menurut Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal dinyatakan bahwa Penguatan pendidikan Karakter (PPK) adalah Gerakan Pendidikan dibawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik.

Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan melibatkan dan kerjasama satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Keempat dimensi tersebut seorang kepala sekolah harus mampu mengemasnya dalam bentuk kegiatan yang terprogram sedemikian rupa, sehingga kegiatan tersebut benar-benar terlaksana dengan baik di sekolah yang dipimpinnya.

Dimensi kegiatan pertama adalah olah hati. Dalam kegiatan olah hati kepala sekolah bersama stakeholder yang ada disekolah dapat melakukan kegiatan seperti pembiasaan pembacaan ayat-ayat pendek sebelum pembelajaran dimulai, pembiasaan pelaksanaan sholat dhuha, pembiasaan sholat zuhur berjemaah, dan kegiatan kultum setiap pagi jumat.

Dimensi kedua adalah olah pikir. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu mendesain dan memenej guru dan peserta didik secara profesional, sehingga mereka betul-betul mampu untuk berdiri didepan kelas dan hidup di tengah-tengah masyarakat.

Bagi seorang guru harus bisa menyiapkan bahan ajar dengan segala perlengkapannya. Begitupun juga dalam mengelola pembelajaran maupun mengunakan IT sebagai penunjang proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Jika pembelajaran sudah dikemas sedemikian rupa dan menarik perhatian peserta didik, maka peserta didik sendiri yang akan termotivasi untuk belajar, sehingga guru lebih mudah dalam mengelolah kelas. Dengan harapan guru mampu memunculkan potensi masing-masing peserta didik secara maksimal.
Dimensi ketiga yaitu olah rasa. Olah rasa supaya dapat dikelolah secara maksimal, kepala sekolah harus mendesain waktu tersendiri, sehingga dapat di menej secara efisien. Untuk kegiatan olah rasa, kepala sekolah dapat melaksanakan kegiatan pada ekstrakurikuler seni.

Dalam ekstrakurikuler seni dapat memunculkan beberapa kegiatan, diantaranya adalah seni musik, seni tari, seni rupa, dan seni teater. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, jika diberikan kepada yang ahlinya. Kalau sekolah mempunyai guru yang ahli melakukan kegiatan tersebut, kepala sekolah harus memberdayakannya secara maksimal.

Jika sebuah sekolah tidak mempunyai tenaga ahli melakukan kegiatan tersebut, tidak ada salahnya kepala sekolah mendatangkan sumberdaya dari luar. Dengan harapan kegiatan ekstrakurikuer seni yang dilaksanakan, benar-benar mampu menyalurkan bakat dan minat peserta didik secara profesional.

Dalam kegiatan olah seni ini, dapat memunculkan nilai-nilai karakter seperti: religius (toleransi, cinta damai, percaya diri), nasionalis (taat hukum, disiplin, cinta tanah air, rela berkorban), mandiri (kreatif, professional, kerja keras, berani, tangguh), integritas (jujur, keadilan, keteladanan, kesetiaan, tanggung jawab), dan gotong royong (menghargai, kerjasama, solidaritas, empati, tolong menolong).

Dimensi keempat adalah olah raga. Mensana in corpore sano, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Olah raga adalah salah satu mata pelajaran yang sangat disenangi peserta didik di sekolah. Karena sangat disenangi maka kepala sekolah harus bisa menyalurkan bakat dan minat peserta didik secara maksimal.

Olah raga merupakan salah satu mata pelajaran. Supaya kegiatan olah raga ini dapat terlaksana secara maksimal, maka kepala sekolah juga harus memasukkan kegiatan ini kedalam ekstrakurikuler. Jika kegiatan olah raga dimasukan dalam ekstrakurikuler, maka kegiatan dapat dilaksanakan secara maksimal.
Olah raga yang dapat dilaksanakan dalam ekstrakurikuler diantaranya adalah karate, silat, sepak bola, dan kegiatan olah raga lainnnya. Perlu diingat, kegiatan olah raga yang dilaksanakan harus dilatih atau diayomi oleh orang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya. Jangan paksakan kepada orang yang tidak mempunyai keahlian.

Karakter seorang individu akan lengkap jika ke empat dimensi tersebut tumbuh dan berkembang dalam diri peserta didik. Diharapkan akan lahir generasi emas yang punya karakter, dan tidak terombang-ambing ditengah kemajuan teknologi yang semakin canggih. Disinilah peran kepala sekolah dalam pendidikan karakter sangat dibutuhkan.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Leonardy Harmainy

Ini Alasan Dilakukannya Penyempurnaan Tatib DPD RI

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Badan Kehormatan (BK) DPD RI pada rapat Pleno ke 2 menyetujui melakukan ...