Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepala Sekolah Daerah Sulit

Kepala Sekolah Daerah Sulit

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Pardi (Kepala SMP N 42 Sijunjung)

Kepemimpinan merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam suatu organisasi, sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sangat ditentuksn oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut.

Kepala sekolah diberi tugas untuk memimpin sekolah tempat diselenggarakan proses belajar mengajar. Juga memiliki kopetensi managerial untuk mengelolah sekolah yang dipimpinnya.

Warna sebuah sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolahnya. Untuk itu diperlukan kepala sekolah yang berkualitas dalam memimpin sebuah sekolah agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan.

Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada adalah dengan melakukan pemberdayaan kepala sekolah. Hal ini telah digariskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Permendiknas ) Nomor 6 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah di singkat dengan LP2KS.

Pemberdayaan kepala sekolah perlu dilakukan, karena peran kepala sekolah sangat besar dalam pencapaian tujuan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya kegiatan sekolah sangat ditentukan oleh kualitas kepala sekolah.

Dalam memimpin suatu sekolah harus memperdayakan segenap potensi yang ada di sekolah sedemikian rupa, guru dan pegawai perlu digerakan ke arah suasana kerja yang kondusif dan produktif.

Menurut Pidarta (1990) kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. Kegiatan dan meningkatkan dan memperbaiki program serta proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri.

Dalam melakukan pengembangan sekolah, seorang kepala sekolah akan dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Agar sekolah yang dipimpinnya lebih baik. Dalam memimpin sekolah di masing-masing daerah tidaklah sama, yang sangat menentukan adalah kulitas kepala sekolah dan warga sekolah serta lingkungan yang sangat mendukung keberadaan sekolah tersebut.

Menjadi kepala sekolah di daerah yang sulit tidaklah mudah, untuk itu dibutuhkan usaha dan kerja keras dalam melakukan pengembangan dan perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa. Perubahan yang dilakukan mulai dari sarana, prasarana sekolah, proses belaja rmengajar, dan kedisiplinan ( baik guru/TU maupun siswa ) dan pola pikir masyarakat yang ada di mana sekolah tersebut berada.

Kalau kita lihat, sekolah di daerah yang jauh dari pusat ibu kota, sangat terasa kekurangan, bila dibandingkan dengan yang berada di pusat ibu kota. Untuk itu perlu dilakukan perubahan-perubahan dari kekurangan tersebut.

Kepala sekolah di daerah sulit atau tertinggal akan lebih banyak dihadapkan dengan berbagai permasalahan antara lain : dari segi pendidikan anak, dimana anak-anak belum terlayani pendidikannya tingginya angka putus sekolah, masalah kekurangan guru, Sarana dan prasarana yang belum memadai.

Itulah sederat fakta-fakta yang menghiasai wajah pendidikan kita di daerah sulit atau terpencil, serta biaya operasional pendidikan yang sangat minim. Terkait dengan masalah pemenuhan tenaga pendidik, pemerintah kita (melalui dinas pendidikan) sebenarnya secara khusus telah berusaha melakukan pemenuhan melalui penempatan guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru yang ditempatkan di daerah tertinggal atau terpencil. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru yang enggan mengajar di daerah terpencil atau sulit dengan beragam alasan misalnya letak sekolah yang sulit dijangkau, minimnya fasilitas dan hiburan.

Selain jauh dari pusat keramaian, fasilitas tempat tinggal guru juga tidak dipenuhi oleh pemerintah. Akibatnya banyak guru yang merasa tidak nyaman dan mengajukan pindah ke sekolah yang berada di perkotaan.

Sarana dan prasarana untuk daerah sulit atau tertinggal sangatlah terbatas. Dimana hanya terdapat ruang kelas dan kantor. Belum ada labor, perpustakaan atau sarana telekomunikasi dan informasi (TIK) serta sarana olah raga. Baik lapangan bola kaki, takraw atau bola volly bahkan lapangan untuk upacara bendera yang masih bergelombang dan dalam keadaan yang sangat tidak memungkinkan untuk berdiri. Apalagi setelah hari hujan penuh dengan genangan air.

Inilah tantangan untuk kerja kepala sekolah agar bisa berkarya dan bekerja untuk memenuhi semua sarana dan prasarana ini.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) 42 yang ada di Lubuk Tarantang Kecamatan Kamang Baru salah satu sekolah yang jauh dari ibu kota.

Lubuk tarantang adalah salah satu desa sulit atau terpencil dimana desa ini berada 70 Km dari Kabupaten Sijunjung dan 30 Km dari Kecamatan Kamang Baru. Untuk pergi ke Sekolah ini dari ibu kota butuh waktu 2,5 jam.

Dari rumah pergi ke sekolah ini butuh kehati-hatian dalam berkendara karena ruas jalan yang sangat bergelombang. Sebagian badan jalan yang turun, terkadang ada rasa was was, bertemu dengan hewan yang buas karena kiri kanannya hutan,

Namun dangan niat tetap demi tugas karena Allah SWT. SMP 42 pada tahun 2007 berasal dari SMP satu atap dengan SD 28 Sungai.Lansek . Kmudian pada tahun 2010 menjadi SMP N 42 Sijunjung. Dalam menjalankan proses belajar mengajar sekolah ini dibantu oleh 9 orang guru dari berbagai mata pelajaran dan berasal dari daerah yang berbeda ada dari dalam kabupaten maupun dari luar kabupaten. Dengan jumlah siswa sebanyak 46 orang diantaranya kelas VII ,13 orang. Kelas VIII,13 orang dan kelas IX, 20 orang.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemain Semen Padang FC saat menggelar latihan

Heboh, Kalteng Putra Minta Ganti Wasit Jelang Pertandingan

SPIRITSUMBAR.com – Laga Match 6 Grup A, 8 Besar Liga 2 yang mempertemukan Semen Padang ...