Beranda - ADVERTORIAL - Kelola Sampah Membawa Berkah
Rombongan Studi Tiru Sijunjung di Sentol City Recycle Center (SCRC)
Rombongan Studi Tiru Sijunjung di Sentol City Recycle Center (SCRC)

Kelola Sampah Membawa Berkah

Print Friendly, PDF & Email

Dalam 1 hari kapasitas pengelolaan sampah bisa 80 ton. Terdiri dari, Kompos 10-20 ton, Biogas 150 m3, Pakan Ternak 5-10 ton, Listrik bisa untuk 10-15 rumah tangga. Sedangkan Biogas bisa untuk 30-50 rumah tangga. Hasil lain dalam per hari, pencacahan : kardus 5-20 ton, botol minuman plastik 5-20 ton, daur ulang plastik 5 ton.

Pekerja berasal dari warga setempat dengan sistem HOK. Jumlah pekerja 100 orang/hari, baik pekerja tetap maupun lepas.

Usai mendapat penjelasan Wilda, rombongan diajak meninjau lokasi pengelolaan sampah, untuk melihat para pekerja melakukan pemilahan sampah organik maupun non organik.

Juga, proses pencacahan plastik dan kinerja mesin pengeringan plastik, proses pembuatan kompos organik dan penyimpanan biogas. Ny.En Yuswir Arifin sangat tertarik dengan mesin pencacah plastik dan pengepresan plastik.



Saat ditanya biaya yang dibutuhkan untuk membuat kedua alat tersebut, Wilda mengaku, 1 unit pembuatan mesin tersebut berkisar Rp 60 -90 juta.

Sepertinya, Ny.En Yuswir Arifin sangat tertarik dengan kedua peralatan tersebut. Malahan dia berharap Kadis Perkim LH, Riky Mainaldi Neri,SSTP.M.Si didampingi Kabid yang mengurusi masalah lingkungan Doni Novrizon,SH.MM, untuk mencatat penjelasan tersebut.

Mesin Pengolahan sampah di SCRC
Mesin Pengolahan sampah di SCRC

Sepertinya, Ny.Yuswir Arifin sangat faham dengan penjelasan Wilda. Termasuk detail penjelasan sitem pengelolawn sampah di TPS. “Kita masih bisa buat renvile,” ujar Wilda.

Biaya yang tinggi ujarnya, terkait transportasi dan pemilahannya. Untuk di Kab.Sijunjung sebaiknya dalam sentra pengumpul sampah dan TPS pada tiap Kecamatan saja. “Sebelum ke TPA mandiri kita siap bantu Kabupaten Sijunjung dalam mewujudkan TPS tersebut,” tutur Wilda.



Wajah puas terlihat dari raut wajah Ny.En Yuswir Arifin pada studi tiru ke SCRC tersebut. “Kita akan buat TPS di setiap Kecamatan,”ujar Kadis Perkim LH Riky Mainaldi Neri.

Halaman [  1  ]    [  2  ]

Video Pilihan : Kabut Asap Makin Ganas, TNI Turun Tangan

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua dari tiga pelaku Narkoba di Dharmasraya

Dalam Satu Malam, Polres Dharmasraya Cokok Tiga Pengedar Narkoba

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam, tiga orang pemuda diduga pemakai dan pengedar narkoba di ...