Beranda - Pendidikan - Artikel - Keharuan di Hari Guru
Feri Fren
Feri Fren

Keharuan di Hari Guru

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Merinding bulu roma rasanya ketika mendengar ungkapan terlontar dari seorang peserta didik kelas satu di sebuah sekolah dasar yang mengatakan, “Ibuk….iko kue dan bungo kecek amak awak, ibuk ulang tahun kini”.

Terkejut gurunya mendengar, karena guru sebelumnya tidak ada menginformasikan bahwa pada hari itu sabtu tanggal 25 November 2017 merupakan hari ulang tahun guru yang diperingati secara nasional meskipun penanggalan dalam kalender tidak dimerahkan warnanya.

Terlihat sebagai refleksi bagi kita disini dengan kejadian seperti itu, sudah terimplementasi dalam kehidupan tentang adanya perhatian dan kepedulian terhadap guru oleh orang tua peserta didik. Orang tua sudah menyadari betapa pentingnya tugas dan jasa seorang guru di sekolah dalam membentuk kepribadian, pengetahuan serta keterampilan anaknya.

Tidak salah pula rasanya banyak puji-pujian diberikan kepada guru yang diungkapkan lewat lagu. Diantara dalam bait lagunya ada kalimat dalam yang kita dengar “kita jadi pintar di bimbing pak guru, kita jadi pandai di bimbing bu guru, guru bercerita penerang dalam gulita, jasamu tiada tara”.

Guru merupakan sosok yang diteladani oleh peserta didik di sekolah, menurut undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan bahwa,”Guru adalah pendidik professional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik”.

Menjadi guru yang diidolakan dan disenangi oleh setiap peserta didik adalah merupakan hal menjadi dambaan bagi setiap guru. Banyak faktor yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru idola. Guru harus memiliki kompetensi sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2007 yakni kompetensi kepribadian, sosial, profesional dan pedagogik.

Dalam dunia pendidikan, guru merupakan ujung tombak pendidikan di sekolah. Di tangan guru yang profesional dan berkarakterlah, harapan penciptaan generasi penerus yang berkualitas bangsa ini ditompangkan, agar apa yang dicita-citakan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan untuk dapat memanusiakan manusia bisa terwujud.
Untuk menyikapi hal itu, paradigma mengajar seorang guru haruslah bergeser dari pengajaran kepada pembelajaran. Seorang guru dituntut lebih banyak memberikan peran dan contoh dalam pengembangan potensi dan kreatifitas peserta didiknya.

Pembelajaran harus mengikuti perkembangan alamiah, sesuai dengan karakteristik peserta didiknya masing-masing. Pembelajaran dimulai dari yang konkrit ke yang abstrak, dari lingkungan yang dekat ke yang jauh, dari yang mudah ke yang sulit, dan dari gradual ke kumulatif (Johann Heinrich Pestalozzi) .

Agar hasil pembelajaran dapat dikuasai seperti yang diharapkan, dengan mempertimbangkan kondisi pembelajaran yang ada, maka perlu perlakuan pembelajaran tertentu dengan multi media dan multi metoda.

Tugas guru tidak hanya sekedar mengajar tetapi juga mendidik dan melatih peserta didik agar mereka menjadi generasi yang berkualitas. Dengan penuh keikhlasan, guru selalu berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya.

Tugas utama guru dalam menciptakan sumber daya manusia tertuang dalam peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 16 tahun 2009. Kesemuanya dibungkus dalam bingkai merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Jika kesemuanya itu terlaksana dengan baik, maka akan muncullah guru yang profesional untuk menyiapkan generasi yang berkualitas.

Dalam hal merencanakan pembelajaran, seorang guru harus memperhatikan kurikulum, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, memilih media dan model pembelajaran yang cocok untuk suatu materi ajar, agar peserta didik mengerti dan bisa memahami konsep-konsep yang diajarkannya. Sebagai acuan, seorang guru harus memperhatikan standar proses sebagaimana yang diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 41 tahun 2007.

The Center for Reseach on Educational Policy dari University of Memphis membuat indikator kualitas pembelajaran, Pertama, lingkungan fisik yang kaya dan merangsang. Kedua, iklim kelas yang kondusif untuk belajar. Ketiga, harapan jelas dan tinggi para peserta didik. Keempat, pembelajaran yang koheren dan berfokus.

Kelima, wacana ilmiah yang merangsang fikiran. Keenam, belajar otentik. Ketujuh, asesmen diagnostik belajar yang teratur. Kedelapan, membaca dan menulis sebagai kegiatan reguler. Kesembilan, pemikiran matematis. Kesepuluh, penggunaan teknologi secara efektif.

Dalam proses pembelajaran, guru harus bisa memberikan contoh yang kontekstual dalam kehidupan nyata peseta didik. Hal itu perlu dilakukan, agar peserta didik bisa lebih memahami bentuk realnya sehingga belajar tidak seperti dalam dunia fantasi yang penuh dengan khayalan belaka.

Untuk itu berbagai peralatan dan media pembelajaran perlu dibawa guru masuk ke dalam kelas. Kesemuanya itu dilakukan dengan tujuan agar peserta didik bisa memahami konsep-konsep yang diajarkannya.
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru melakukan berbagai strategi dan metoda agar peserta didik yang semulanya tidak mengerti terhadap suatu materi pelajaran menjadi mengerti dan memahaminya.

Di dalam kelaspun guru dihadapkan dengan berbagai persoalan perilaku dan karakter peserta didik. Dengan penuh kesabaran seorang guru selalu berusaha untuk mengatasinya. Selamat hari guru.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemkab Muara Enim belajar e-warung

Muara Enim Pelajari e-Warung Pemko Padang

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjadi acuan bagi pemerintah daerah di Indonesia. Kali ...