Beranda - Berita Pilihan - Kantor Walinagari Aripan Terbakar, 2,6 Ton Raskin Jadi Abu
Kantor Walinagari Aripan yang terbakar (foto Eri)
Kantor Walinagari Aripan yang terbakar (foto Eri)

Kantor Walinagari Aripan Terbakar, 2,6 Ton Raskin Jadi Abu

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com- Kantor Walinagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak dilalap si Jago Merah. Meskipun tak ada korban jiwa, namun kebakaran yang terjadi pada Jumat  (15/2/2019) Subuh ini diperkirakan menelan kerugian 800 juta rupiah, termasuk diantaranya 2,6 ton beras bantuan untuk masyarakat miskin.

Disamping beras Raskin, satu set computer, satu unit infocus, genset, 8 unit lemari arsip dan dokumentasi lainnya hangus terbakar. Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Spiritsumbar menyebutkan, kebakaran ini pertama kali diketahui Abdul Gafur (52). ASN Balitbu Tropika Aripan ini ketika hendak pergi ke masjid melihat adanya cahaya api dari arah kantor Walinagari Aripan.

Penasaran, lelaki separoh baya ini langsung berlari dan memastikan lokasi kebakaran. Ketika sampai dilokasi, api sudah membasar di beberapa titik bangunan kantor walinagari. Melihat kenyataan ini, ia lansung berteriak minta tolng dan menghubungi aparat nagari.

Informasi kebakaran menyebar dengan cepat, tak lama berselang, masyarakat, aparat nagari, anggota TNI/Polri dan mobil pemadam kebakaran berdatangan. Mereka bahu membahu memadamkan api.

Kabid Damkar Kabupaten Solok,Un Khairul mengatakan, tiga mobil pemadam kebakaran Kabupaten Solok dan satu Damkar Kota Solok serta dibantu TNI/Polri dan masyarakat setempat berjibaku memadamkan kobaran api.

“Sulitnya sumber air sempat membuat kami kewalahan. Akan tetapi berkat kerja keras semua unsur api bisa dipadamkan, namun barang-barang berharga yang ada dlam kantor walinagari tak dapat diselamatkan,”ujar Un Khairul. (eri)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perusak Rumah Kontrakan di Jember Diduga Karena Pengaruh Miras

SPIRITSUMBAR.com, Jember – Parmenas atau Jau (20), Yakup (21), Samuel (24) dan Jak (23), saat ini ...