Beranda - Headline - Kalah dari Persela, Pelatih PSM Makasar Berkilah
Darije Kalezic (foto pssi)
Darije Kalezic (foto pssi)

Kalah dari Persela, Pelatih PSM Makasar Berkilah

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Lamongan – PSM Makassar kembali gagal meraih kemenangan laga tandang setelah takluk 1-3 dari Persela Lamongan dalam laga pekan ke-31 Liga 1 2019 di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (7/12). Pelatih PSM, Darije Kalezic mengatakan, timnya kalah karena kehilangan konsentrasi.

“Pertandingan ini sama saja dengan away yang sudah kita lakukan. Kami unggul dalam penguasaan bola. Sayangnya banyak pemain yang kehilangan fokus dan konsentrasi. Tidak ada yang memperkirakan gol kedua dari Persela,” kata Kalezic.

PSM Makassar unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Rizky Pellu. Kemudian, Persela menyamakan kedudukan lewat penalti Rafael Oliveira sebelum turun minum. Persela kemudian memastikan –   kemenangan lewat dua gol di babak kedua oleh Sugeng Efendi dan Alex dos Santos.



Kalezic mengatakan, kekalahan PSM bukan karena kalah kualitas pemain, melainkan kesalahan dari para pemainnya.

Artikel Lainnya

loading…


“Kita buat kesalahan dan kita kemasukan, karena itu kami kalah di pertandingan ini bukan karena kualitas pemain lawan. Banyak pemain yang tidak fokus dalam waktu yang lama, kita memperlihatkan kelemahan kita,” ungkap Kalezic.

Baca : Semen Padang FC Bertahan di Liga 1, Ini Kalkulasinya

Pemain PSM Makassar, Rizky Pellu mengatakan ia dan rekan-rekannya sudah bekerja keras. Hasil ini, kata dia, tentu mengecewakan tapi ia menolak untuk menyerah.

Baca : Menang Dramatis, Timnas U-23 Lolos ke Final

“Kami sebagai pemain sudah bekerja keras. Kekalahan ini tentu mengecewakan. Beginilah sepak bola, kalau kehilangan konsentrasi semuanya bisa terjadi. Tapi kami tetap semangat, dan selamat untuk Persela,” kata Rizky Pellu.

Baca : Semen Padang FC Menang Besar

Halaman

[  1  ]   [  2  ]  [ All ]

Simak Video : Highlight Barito Putra vs Semen Padang

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

HM Nurnas bersama masyarakat Ketaping

HM Nurnas Jemput Aspirasi ke Daerah Pemilihan

SpiritSumbar.com, Padang Pariaman – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Dapil Sumbar II (Pariaman-Padang Pariaman) HM ...