Beranda - Headline - Kabut Asap Makin Pekat, Penyakit ISPA Terus Meningkat

Kabut Asap Makin Pekat, Penyakit ISPA Terus Meningkat

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Penderita Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) akibat kabut asap yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya meningkat.

Hal ini terlihat, dari keluhan pasien yang melakukan pengobatan di berbagai tempat Pelayanaan kesehatan. Seperti di pukesmas sungai dareh jumlah pasien ISPA saat ini meningkat dengan jumlah 93 orang dalam perwatan jalan.

Saat ditemui Kepala Pukesmas Sungai Dareh, Muliati, SKM oleh awak media di rungannya, Selasa (17/9/2019) mengataku, cukup prihatin dan miris sekali degan terjadinya Kabut Asap saat ini yang semakin parah.



“Dengan ada kabut asap ini memang betul sekali berapa hari ini, Penderita Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) meningkat di Pukesmas Sungai Dareh. Mayoritas pasien mengalami sesak napas dan flu, dalam status rawat jalan saja,” ujarnya.

Artikel Lainnya

loading…


Data yang  kumpulkan Penderita Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) yang telah berobat di pukemas Sungai Dareh ada peningkatan dari tanggal 6 – 16 September 2019 berjumlah, 93 orang Penderita Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA).  Diantara sebanyak 43 orang Laki Laki dan kemudian sebanyak 50 orang perempuan yang telah berobat di Puskemas.

Sampai saat ini hanya perawatan jalan dan belum ada yang menginap di puskemas atau dirujuk ke RSUD

“Kami dari Puskemas Sungai Dareh Sangat peduli dan prihatin dengan terjadinya kabut asap. Saat ini kami memberikan masker warga, bekerjasama pengawasan obat dan makan di kecamatan Pulau Punjung.

Menurutnya, Puskesmas juga memberikan masker pada anak anak sekolah. Pembagian telah dilakukan  berapa waktu lalu sebelum libur akibat kabut asap.  Bahkan, masker yang telah dibagikan, sekitar 40 bok baik kepada warga dan para pelajar.

“Semenjak terjadinya kabut asap, kami juga telah memberikan himbauan agar mengurangi aktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih. Apa bila keluar rumah saat kabut asap terjadi gunakan masker,”  ujarnya. (Eko)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua dari tiga pelaku Narkoba di Dharmasraya

Dalam Satu Malam, Polres Dharmasraya Cokok Tiga Pengedar Narkoba

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam, tiga orang pemuda diduga pemakai dan pengedar narkoba di ...