Beranda - Berita Pilihan - Kabut Asap Kepung Dharmasraya

Kabut Asap Kepung Dharmasraya

Print Friendly, PDF & Email

Kalau memang melakukan aktivitas di luar ruangan diwajibkan untuk memakai masker. Sedangkan  pengguna kendaraan menggunakan kaca mata, karena di menyebabkan iritasi kepada mata.

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dampak dari pembakaran hutan dan lahan serta terjadi musim kemarau yang sangat panjang berbagai daerah terkena imbas kabut asam kususnya kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat.

Berapa hari ini kabupaten Dharmasraya di selimuti dengan kabut asap,mengakibatnya jarak pandang kendaraan pada pagi hari sangat terganggu dan mulai pedih di mata.Saat ini cuaca di kabupaten Dharmasraya tergolong tidak sehat dapak akibat kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, dr Rahmadian saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/9/2019) mengatakan betul sekali dalam hasil panatuan, berapa hari ini kabupaten Dharmasraya di selimuti kabut asap yang terjadi.dalam kateria ispu nya dengan kondisi sedang dan tidak sehat



Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi,aktivitas kegiatan luar rumah saat ini.dan banyak konsumsi air putih,bila perlu banyak makan buah ataupun sayuran,itu merupakan anti oksidan untuk mengadapi pertikel bebas dari kabut asap ini.

Artikel Lainnya

loading…


Kami menghimbau kepada masyarakat kalau memang melakukan aktivitas di luar ruangan diwajibkan untuk memakai masker. Sedangkan  pengguna kendaraan menggunakan kaca mata, karena di menyebabkan iritasi kepada mata.  Langkah langkah yang kita ambil dengan terjadinya kabut asap ini,kami sudah memerintahkan kepada seluruh puskemas untuk mendata barapa kasus yang menderita penyakit asam atau sesak nafas, pasca terjadinya kabut asap saat ini.ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya,dr Rahmadian

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Pol PP dan Damkar, Akrial,yang di temui di pulau punjung mengatakan Dinas Pol PP dan Damkar mencatat Dalam bulan Agustus tahun ini saja, pihak tercatat sebanyak 36 titik kebakaran lahan yang terjadi dalam waktu satu bulan. Bulan kemaren ada 36 titik kebakaran, namun semuanya bisa dipadam oleh personil dilapangan.

Dari data yang dirinci di 11 Kecamtan yang ada, titik kebakaran terbanyak diduduki oleh Kecamatan Pulau Punjung sebanyak 12 titik, kemudian Wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Sungai Rumbai, Koto Besar, dan Asam Jujujan sebnyak 20 titik kebakaran lahan.
Dengan kekerungan kekurangan dalam segi peralatan pemadamam kebakaran, seperti mobil Pemadam yang masih kurang dan jauh dari kata cukup.



“Kita baru miliki lima unit mobil Damkar dari 11 kecamatan, sedangkan yang kita butuhkan 12 unit, dan masih kurang 7 unit lima unit mobil damkar tersebut, 2 unit berada dipos satu Pulau Punjung dengan kapasitas air 5000 liter dan 3000 liter, tepatnya dikantor bupati, satu unit dikecamatan Sitiung dengan 5000 liter, Satu Unit dikecamatan Timpeh 3000 liter dan satu unit lagi dikecamatan Sungai Rumbai, 3000 liter.”Anggota Damkar kita ada sebanyak 50 personil, dalam satu pos itu dua regu. Satu regunya berjumlah 6 orang termasuk supir (eko)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indra Sjafri

Jelang Sea Games, Indra Sjafri Pulangkan Empat Pemain

SpiritSumbar.com, Jakarta – Setelah melakoni laga uji coba internasional terakhir melawan Iran, pelatih tim nasional ...