Beranda - Headline - Judi di Pasar Malam, Walikota Padang: Tutup Segera!
Wako Mahyeldi bersilaturrahim dengan warga Sungai Pisang (foto Humas)
Wako Mahyeldi bersilaturrahim dengan warga Sungai Pisang (foto Humas)

Judi di Pasar Malam, Walikota Padang: Tutup Segera!

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar  – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah memerintahkan untuk menutup pasar malam yang beraroma judi. Pasar malam yang hampir ada di setiap kecamatan itu benar-benar meresahkan warga.

Selain menutup aktifitas pasar malam tersebut, Walikota Padang juga mencabut seluruh izin pengelolaannya. Pasar malam berdalih adu ketangkasan berhadiah rokok itu ternyata ada insert yang harus dibayarkan.

“Pasar malam tidak boleh lagi beroperasi atau ditutup. Cabut semua izinnya. Ini jelas-jelas perjudian, bukan indikasi lagi,” kata Walikota Mahyeldi di Rumah Dinasnya Jalan Ahmad Yani Padang, Selasa, 4/10/2016.

Ketegasan Walikota Padang tersebut menjawab keresahan warga yang sampai ke telinganya. Mahyeldi pun mengaku telah banyak menerima laporan dari berbagai tokoh-tokoh masyarakat dan LSM soal pasar malam yang beromset ratusan juta per malam tersebut.

Keputusan tegas yang diambil Walikota Mahyeldi, agar masyarakat Kota Padang tidak rusak. Karena aktivitas pasar malam itu tidak hanya dijadikan sarana untuk bermain judi, dikhawatirkan dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

“Saya juga mendapatkan laporan bahwa dicurigai pasar malam digunakan sebagai tempat transaksi narkoba,” ucap Mahyeldi.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Walikota Padang Emzalmi, bahwa pasar malam tersebut harus ditutup. Karena tidak ada untungnya bagi Pemerintah Kota Padang, malah akan banyak mendatangkan keresahan. Karena pasar malam yang beroperasi telah menyalahi aturan keramaian yang diberikan pihak kepolisian. “Pasar malam harus ditutup, karena banyak mendatangkan mudaratnya,” ujar Emzalmi.

DATUAK

Selanjutnya:

[ 1 ]   [ 2 ]

Cover Edisi 35 (terbit tiap Senin)
Cover Edisi 35 (terbit tiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dalam Satu Malam, Dua Pengedar Narkoba Diciduk Polres Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam anggota Satuan Resnarkoba Polres Dharmasraya, mengamankan dua orang yang ...